Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٨٤ ٨٤
٨٥ ٨٥

٨٦ ٨٦
٨٧ ٨٧ ٨٨ ٨٨
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١
ﭿ ٢ ٢




٣ ٣


٤ ٤


٥ ٥
458
Sad Ayat 0 - 86

قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ٨٦

Diriwayatkan dari Masruq, ia berkata, Kami menemui Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, “Wahai manusia, barangsiapa mengetahui sesuatu maka hendaknya mengatakannya, dan barangsiapa tidak mengetahui maka hendaknya mengucapkan wallahu a’lam, karena ucapan seseorang Wallahu a’lam saat dia tidak mengetahui termasuk ilmu. Sesungguhnya Allah  berfirman kepada Nabi kalian, “Katakanlah (Muhammad), 'Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepada kalian atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada'.” (Ibnu Katsir, 4/45).
Pertanyaan: Abdullah bin Mas’ud mengambil kesimpulan dari ayat terkait dengan adab penuntut ilmu melalui perenungannya terhadap ayat ini. Adab apa itu?

Sad Ayat 0 - 86

قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ٨٦

Firman Allah, “Dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada,” menunjukkan bahwa apa yang Nabi bawa tidak mengandung kesulitan, tidak ada kesusahan dalam pelaksanaannya. Inilah makna kemudahan Islam, yaitu keleluasaan yang berasas dari hikmah Allah yang menjadikan keselarasan antara tabiat Rasulullah dengan ruh syariatNya. (Ibnu Asyur, 23/309).
Pertanyaan: Jelaskan kemudahan Islam melalui ayat yang mulia ini!

Sad Ayat 0 - 87

إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٨٧

Surat yang agung ini yang berisi nasihat yang bijak, karena itu Allah bersumpah di awalnya bahwa al-Qur`an adalah dzu dzikr (mengandung peringatan) dan di akhirnya Allah menyatakan bahwa ia adalah dzikrul lil alamin (peringatan bagi seluruh manusia), lalu di tengah-tengahnya Allah banyak menggunakan kata dzikir, seperti “Dan ingatlah hamba Kami.” “Ingatlah hamba-hamba Kami.” “Rahmat dari Kami dan dzikir.” “Ini adalah dzikir.” (As-Sa’di, 717).
Pertanyaan: Perkara apa yang banyak dikandung oleh surat ini? Sebutkan dua faidah darinya!

Az-Zumar Ayat 0 - 1

تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ ١

Ucapan menunjukkan karakter dari pengucapnya, sifat selalu mengikuti pemilik sifat. Sebagaimana Allah itu sempurna dari segala sisi, tidak ada sekutu bagiNya, maka demikian juga dengan kalam Allah, ia sempurna dari segala sisi, tidak ada padanannya. Ini saja sudah cukup dalam menyebutkan karakter al-Qur`an dan menunjukkan tingginya kedudukannya. (As-Sa’di, 718).
Pertanyaan: Ayat ini mengandung pemberitahuan tentang keagungan al-Qur`an. Jelaskan hal itu!

Az-Zumar Ayat 0 - 3

أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُۚ

Ibnul Arabi berkata, “Ayat ini menunjukkan diwajibkannya niat yang ikhlas dalam segala amal.” (Al-Qurthubi, 18/246).
Pertanyaan: Apa amalan hati yang bisa dipetik dari ayat ini? wajibkah ia?

Az-Zumar Ayat 0 - 3

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَنۡ هُوَ كَٰذِبٞ كَفَّارٞ ٣

Tidak diragukan, semakin mendalam seorang hamba dalam berdusta atas nama dan kufur kepadaNya, semakin Allah memurkainya, sehingga hidayah ilahiyah semakin jauh darinya, sebagaimana Allah berfirman, “Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul), dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” [Ali Imran: 86]. (Ibnu Asyur, 23/324).
Pertanyaan: Jelaskan bahaya dusta atas nama Allah!

Az-Zumar Ayat 0 - 4

لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدٗا لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ سُبۡحَٰنَهُۥۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ٤

Allah menyucikan dirinya dari mengambil anak, kemudian Dia menyatakan DiriNya Maha Esa, karena keesaan menafikan adanya anak. Seandainya Dia mempunyai anak, maka anak itu sejenis, sementara tidak ada sesuatu pun yang sejenis denganNya, karena Dia Maha Esa. Allah menyatakan diriNya Mahakuasa untuk menunjukkan bahwa Dia tidak memiliki sekutu dan tandingan, karena segala sesuatu di bawah kekuasaanNya, maka bagaimana bisa menjadi sekutu bagiNya. (Ibnu Juzay, 2/263).
Pertanyaan: Dalam penutupan ayat dengan “Maha Esa lagi Mahaperkasa.” mengandung keselarasan cermat terhadap kandungan ayat. Jelaskan!