Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


١٣ ١٣

١٤ ١٤

١٥ ١٥

١٦ ١٦
ﭿ
١٧ ١٧

١٨ ١٨

١٩ ١٩

٢٠ ٢٠

٢١ ٢١

٢٢ ٢٢


٢٣ ٢٣
٢٤ ٢٤
٢٥ ٢٥

٢٦ ٢٦
ﯿ ٢٧ ٢٧
441
Ya-Sin Ayat 0 - 13

وَٱضۡرِبۡ لَهُم مَّثَلًا أَصۡحَٰبَ ٱلۡقَرۡيَةِ

Seandainya ada faidah di balik penyebutan nama negeri tersebut, niscaya Allah menyebutnya. Ini mengajarimu bahwa jalan ilmu yang shahih adalah mengetahui hakikat tanpa perlu membahas sesuatu yang tidak ada faidahnya. Dengan itu jiwa menjadi suci, dan ilmu bertambah, dari sisi bahwa orang bodoh menyangka bahwa bertambahnya ilmu adalah dengan menyebutkan pendapat-pendapat yang tidak memiliki dalil dan tidak didasari hujjah, tidak mendatangkan faidah kecuali hanya mengacaukan akal pikiran dan membahas hal-hal yang tidak pasti. (As-Sa'di, 693).
Pertanyaan: Apa cara yang bagus dalam berinteraksi dengan hal-hal yang tidak ditentukan namanya di dalam al-Qur`an dan mengapa?

Ya-Sin Ayat 0 - 19

قَالُواْ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمۡ أَئِن ذُكِّرۡتُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ١٩

Perkataan para Nabi itu, "Kemalangan kalian itu adalah karena kalian sendiri'," maknanya, bagian kalian yang kalian dapatkan, berupa kebaikan dan keburukan adalah bersama kalian, yakni karena perbuatan kalian sendiri dan usaha kalian, bukan karena kami, bukan disebabkan oleh kami, akan tetapi karena pelanggaran kalian dan kekafiran kalian. Inilah tafsir para ulama tafsir. Bagian dan hasil disebut طَائِر (yang secara bahasa bermakna burung) sebagai ungkapan majazi, aslinya adalah anggapan baik atau buruk sesudah melihat burung. (Ibnu Athiyyah, 4/450).
Pertanyaan: Ayat menyanggah siapa yang merasa sial atau pesimis karena melihat burung atau sesuatu. Jelaskan hal itu!

Ya-Sin Ayat 0 - 20

وَجَآءَ مِنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ رَجُلٞ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱتَّبِعُواْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٢٠

Laki-laki itu disebutkan datang bergegas, berarti dia datang dengan cepat, dia mengabari penduduk negeri tentang rajam atau penyiksaan terhadap para rasul. Dia ingin menasihati mereka karena dia mengkhawatirkan mereka dan mengkhawatirkan para rasul. Ini ada-lah sanjungan kepada laki-laki, teladannya adalah mengingkari kemungkaran dengan bergegas. (Ibnu Asyur, 22/366).
Pertanyaan: Apa faidah hadirnya jumlah fi’liyah يَسْعَى (bergegas) pada ayat yang mulia?

Ya-Sin Ayat 0 - 20

وَجَآءَ مِنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ رَجُلٞ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱتَّبِعُواْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٢٠

Didahulukannya, “Dari ujung kota” atas “seorang laki-laki,” adalah dalam rangka memujinya yang datang dari tempat yang paling jauh dari negeri, terkadang kebaikan ada di pinggiran kota yang tidak ada di tengahnya, dan bahwa orang-orang lemah mendahului dalam urusan iman, karena mereka tidak dihalangi dari kebenaran oleh kemewahan dan kesenangan yang didapatkan oleh orang-orang kaya yang secara umum tinggal di tengah kota. (Ibnu Asyur, 22/365).
Pertanyaan: Mengapa “Dari ujung kota,” didahulukan atas, “seorang laki-laki.”?

Ya-Sin Ayat 0 - 21

ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسۡـَٔلُكُمۡ أَجۡرٗا وَهُم مُّهۡتَدُونَ ٢١

Para rasul tidak meminta upah atas iman. Kalian tidak merugi apa pun dari harta kalian, sebaliknya kalian beruntung karena mendapatkan petunjuk dalam agama kalian. (Ibnu Juzay, 2/222).
Pertanyaan: Ayat ini menyebutkan dua tanda yang membuktikan kebenaran seorang da'i. Apa itu?

Ya-Sin Ayat 0 - 21

ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسۡـَٔلُكُمۡ أَجۡرٗا وَهُم مُّهۡتَدُونَ ٢١

Ikutilah siapa yang menasihati kalian dengan nasihat yang kebaikannya kembali kepada kalian, dan dia tidak menginginkan harta kalian, tidak mengharapkan balasan dari kalian atas nasihatnya dan bimbingannya kepada kalian. Ini mengharuskan mengikuti orang yang sifatnya demikian. Tinggal dikatakan, bisa jadi dia mengajak dan tidak memungut upah atasnya, akan tetapi dia tidak di atas kebenaran, maka kemungkinan ini ditepis dengan, “Dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Karena mereka tidak mengajak kecuali kepada apa yang akal yang sehat mengakuinya bahwa ia baik, mereka tidak melarang kecuali sesuatu yang akal sehat mengakui keburukannya. (As-Sa'di, 694).
Pertanyaan: Mengapa ayat ditutup dengan, “Dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”?

Ya-Sin Ayat 0 - 27

قِيلَ ٱدۡخُلِ ٱلۡجَنَّةَۖ قَالَ يَٰلَيۡتَ قَوۡمِي يَعۡلَمُونَ ٢٦ بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُكۡرَمِينَ ٢٧

Ayat ini mengandung peringatan besar dan petunjuk diwajibkannya menahan amarah, bersikap santun terhadap orang-orang bodoh, bersikap lemah lembut terhadap mereka yang menjerumuskan dirinya ke dalam rombongan orang-orang jahat dan pelaku pelanggaran, juga berusaha keras untuk mengentaskannya, bersungguh-sungguh untuk menyelamatkannya, menyibukkan diri dengan itu daripada berbahagia karenanya dan mendoakan tidak baik atasnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana laki-laki ini mengharapkan kebaikan untuk orang-orang yang membunuhnya yang melanggar hak hidupnya, padahal mereka adalah orang-orang kafir para penyembah berhala. (Al-Qurthubi, 17/433).
Pertanyaan: Apa akhlak mulia yang dapat dipelajari orang Mukmin dari ayat ini?