Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﮩ

ﱍ

ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ
ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ٦٤ ٦٤
ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ
ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ٦٥ ٦٥

ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ٦٦ ٦٦

ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ
ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ٦٧ ٦٧

ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ
ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ٦٨ ٦٨
ﮠ ﮡ
ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ٦٩ ٦٩
Surah Header

ﮪ

ﭦﭛﭣﭤ
ﮫ ١ ١ ﮭ ﮮ ٢ ٢ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ
ﯖ ﯗ ﯘ ٣ ٣
ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ
ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ٤ ٤

ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ٥ ٥
404
Al-Ankabut Ayat 0 - 64

وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ

Ayat ini menghadirkan isim isyarah هَذِهِ untuk menetapkan kerendahan dunia. (Ibnu Asyur, 21/31).
Pertanyaan: Apa fungsi isim isyarah هَذِهِ di dalam ayat yang mulia ini?

Al-Ankabut Ayat 0 - 64

وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٦٤

Yakni, sesuatu yang seseorang bermain-main dengannya. Artinya, apa yang Allah berikan kepada orang-orang kaya berupa harta melimpah pasti akan lenyap dan habis, seperti permainan yang tidak mempunyai hakikat dan kelangsungan. Sebagian dari mereka berkata, "Bilapun dunia tetap ada untukmu, tetapi kamu tidak tetap ada untuknya." (Al-Qurthubi, 16/387).
Pertanyaan: Jelaskan hakikat dunia sebagaimana yang dijelaskan oleh Penciptanya!

Al-Ankabut Ayat 0 - 65

فَإِذَا رَكِبُواْ فِي ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ يُشۡرِكُونَ ٦٥

Hal itu karena perjalanan mereka di darat tidak terancam oleh ketakutan apa pun, mereka melakukannya dengan berombongan, membawa senjata, melewati jalan yang mereka kenal, sehingga tidak ada ketakutan umum yang menghadang mereka. Sedangkan perjalanan mereka di lautan, mereka mencemaskan keadaan laut, jumlah mereka yang banyak tidak dapat membantu mereka, kekuatan materi mereka tidak menolong mereka, maka mereka merendahkan diri kepada Allah memohon keselamatan, bisa jadi saat itu mereka tidak berdoa kepada berhala-berhala mereka. (Ibnu Asyur, 21/32).
Pertanyaan: Mengapa ketakutan dikhususkan untuk perjalanan laut?

Al-Ankabut Ayat 0 - 67

أَوَ لَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا جَعَلۡنَا حَرَمًا ءَامِنٗا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنۡ حَوۡلِهِمۡۚ أَفَبِٱلۡبَٰطِلِ يُؤۡمِنُونَ وَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَكۡفُرُونَ ٦٧

Yakni, Kami menjadikan wilayah al-Haram aman; aman dari penawanan, penyerangan dan pembunuhan. Aku menyelamatkan mereka di daratan sebagaimana Aku menyelamatkan mereka di lautan, tetapi mereka menyekutukan Allah di daratan dan tidak menyekutukanNya di lautan. Ini adalah keheranan terhadap keadaan mereka yang bertentangan. (Al-Qurthubi, 16/389).
Pertanyaan: Jelaskan kontradiksi orang-orang musyrik melalui ayat!

Al-Ankabut Ayat 0 - 69

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٦٩

Abu Sulaiman ad-Darani berkata, “Jihad dalam ayat bukan ini sekedar memerangi orang-orang kafir, akan tetapi ia juga menolong agama, membantah pengusung kebatilan, melawan orang-orang zhalim. Bentuk besarnya adalah amar ma’ruf dan nahi mungkar, dan termasuk jihad usaha keras menundukkan diri (Mujahadatun Nafsi) dalam ketaatan kepada Allah; dan ini adalah jihad akbar. (Al-Qurthubi, 16/390).
Pertanyaan: Apakah balasan besar berupa hidayah ini khusus untuk orang-orang yang berperang melawan orang-orang kafir?

Ar-Rum Ayat 0 - 4

لِلَّهِ ٱلۡأَمۡرُ مِن قَبۡلُ وَمِنۢ بَعۡدُۚ

Menang bukan sekedar karena faktor sebab-sebab, akan tetapi sejalan dengan qadha` dan qadar. (As-Sa’di, 636).
Pertanyaan: Apa alasan disisipkannya ayat ini di dalam kisah orang-orang Persia dan Romawi?

Ar-Rum Ayat 0 - 4

وَيَوۡمَئِذٖ يَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٤

Orang-orang Mukmin berbahagia atas kemenangan orang-orang Romawi atas orang-orang Persia, karena mereka adalah ahli kitab, jadi mereka lebih dekat kepada Islam, sebaliknya orang-orang kafir Quraisy berbahagia dengan kemenangan orang-orang Persia atas orang-orang Romawi, karena mereka bukan ahli kitab, mereka lebih dekat kepada orang-orang kafir Quraisy. (Ibnu Juzay, 2/164).
Pertanyaan: Mengapa orang-orang Mukmin berbahagia dengan kemenangan orang-orang Romawi padahal mereka adalah orang-orang kafir?