Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٥٦ ٥٦
٥٧ ٥٧


٥٨ ٥٨

ﭿ
٥٩ ٥٩

٦٠ ٦٠


٦١ ٦١

٦٢ ٦٢


٦٣ ٦٣
٦٤ ٦٤

٦٥ ٦٥
٦٦ ٦٦
ﯿ ٦٧ ٦٧
365
Al-Furqan Ayat 0 - 57

قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ٥٧

“Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kalian dalam menyampaikan (risalah) itu,” dengan menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Aku tidak ingin kalian menuduhku berdakwah untuk mencari upah, atau kalian berkata, “Seandainya dia diberi harta kekayaan untuk mencukupi kebutuhannya. Seolah-olah dia berkata, menginginkan kelapangan dalam urusan harta hanya dibenci bagi siapa yang meminta kepada orang-orang dan itu bukan sifatku sebelum aku menjadi nabi, lalu bagaimana sesudahnya. Aku tidak memiliki tujuan kecuali menyampaikan manfaat kepada kalian. (Al-Biqa'i, 13/412).
Pertanyaan: Apa tanda seorang da'i yang benar yang berjalan di atas jalan para nabi?

Al-Furqan Ayat 0 - 58

وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡحَيِّ ٱلَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِهِۦۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا ٥٨

Ayat ini menunjukkan bahwa seseorang yang sempurna tidak percaya kecuali kepada Allah, karena bersandar kepada yang hidup namun bisa mati, mungkin bermanfaat namun tidak selamanya. (Ibnu Asyur, 19/59).
Pertanyaan: Tawakal hanya berguna bila ditujukan hanya kepada Allah semata. Jelaskan hal ini!

Al-Furqan Ayat 0 - 60

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسۡجُدُواْۤ لِلرَّحۡمَٰنِ قَالُواْ وَمَا ٱلرَّحۡمَٰنُ أَنَسۡجُدُ لِمَا تَأۡمُرُنَا وَزَادَهُمۡ نُفُورٗا۩ ٦٠

Manakala penolakan mereka untuk bersujud kepada "ar-Rahman" dalam konteks penetapan keheranan terhadap keadaan mereka disebutkan, hal itu dikuatkan dengan sesuatu yang menyelisihinya, maka Nabi sujud di sini untuk menyelisihi mereka melalui perbuatan dan menegaskan bahwa beliau menyelisihi mereka. (Ibnu Asyur, 19/63).
Pertanyaan: Apa alasan sujud dalam membaca ayat ini?

Al-Furqan Ayat 0 - 62

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورٗا ٦٢

Sesungguhnya hati manusia berbolak-balik dan berpindah-pindah di saat-saat malam dan siang, terkadang ia giat dan terkadang malas, terkadang ingat dan terkadang lalai, terkadang menyempit dan dan terkadang melebar, terkadang menghadap dan terkadang berpaling, maka Allah menjadikan malam dan siang datang silih berganti atas hamba-hamba dan terulang agar mereka teringat, giat dan bersyukur kepada Allah di waktu yang lain. (As-Sa'di, 586).
Pertanyaan: Bagaimana datangnya siang dan malam secara bergantian menjadi sebab syukur kepada Allah?

Al-Furqan Ayat 0 - 62

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورٗا ٦٢

Umar bin al-Khaththab, al-Hasan dan Ibnu Abbas berkata, “Maknanya, bagi siapa yang ingin mengingat kebaikan, shalat dan lainnya yang terlewatkan darinya di siang atau malam hari, maka dia bisa menyusulkannya di waktu berikutnya.” (Ibnu Athiyyah, 4/218).
Pertanyaan: Bagaimana pergantian malam dan siang berguna bagi ibadah seorang hamba?

Al-Furqan Ayat 0 - 63

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا

Kata اَلْهَوْن adalah mashdar (kata dasar) dari اَلْهَيِّن artinya adalah tenang dan wibawa, dan di dalam tafsir, mereka berjalan di atas bumi dengan santun dan tawadhu’, berjalan dengan seimbang, tenang, berpenampilan baik dari akhlak kenabian. (Al-Qurthubi, 15/466).
Pertanyaan: Jelaskan akhlak seorang Mukmin dalam berjalan!

Al-Furqan Ayat 0 - 63

وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا ٦٣

Bila orang-orang yang tidak mengetahui Allah berbicara kepada mereka dengan kata-kata yang tidak baik, maka mereka menjawab orang-orang bodoh itu dengan kata-kata baik dan pembicaraan yang lurus. (Ath-Thabari, 19/295).
Pertanyaan: Sebutkan metode yang bijak dalam menjawab orang-orang bodoh!