Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



٥٩ ٥٩



ﭿ ٦٠ ٦٠









٦١ ٦١
358
An-Nur Ayat 0 - 60

وَٱلۡقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِي لَا يَرۡجُونَ نِكَاحٗا فَلَيۡسَ عَلَيۡهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعۡنَ ثِيَابَهُنَّ غَيۡرَ مُتَبَرِّجَٰتِۢ بِزِينَةٖۖ وَأَن يَسۡتَعۡفِفۡنَ خَيۡرٞ لَّهُنَّۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ٦٠

Ayat ini menyebutkan wanita-wanita tua karena secara umum jiwa manusia tidak berhasrat kepada mereka, tidak ada sesuatu yang diinginkan kaum laki-laki pada mereka, maka dibolehkan untuk mereka apa yang tidak diolehkan untuk selain mereka, kewajiban menutup diri diangkat dari mereka. (Al-Qurthubi, 15/340).
Pertanyaan: Mengapa Allah mengkhususkan hukum ini untuk kaum wanita yang sudah tua dan apa yang kamu pahami dari ayat ini tentang wanita yang belum tua?

An-Nur Ayat 0 - 61

وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَن تَأۡكُلُواْ مِنۢ بُيُوتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أُمَّهَٰتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ إِخۡوَٰنِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أَعۡمَٰمِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ عَمَّٰتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أَخۡوَٰلِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ خَٰلَٰتِكُمۡ أَوۡ مَا مَلَكۡتُم مَّفَاتِحَهُۥٓ أَوۡ صَدِيقِكُمۡۚ

Dosa yang ditiadakan dari makan di rumah-rumah tersebut, semua itu bila tanpa izin. Hikmahnya sudah dipahami dari konteks ayat, kebiasaan yang berlaku di antara mereka adalah bahwa mereka mengizinkan untuk saling makan karena adanya hubungan kekerabatan yang dekat atau kewenangan yang umum atau pertemanan. Seandainya salah seorang dari mereka tidak mengizinkan, pelit untuk memberikan makanannya, maka tidak boleh makan dan dosa tidak terangkat. (As-Sa'di, 575).
Pertanyaan: Apa hukum seandainya seseorang dari mereka yang tersebut di dalam ayat tidak mengizinkan?

An-Nur Ayat 0 - 61

وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَن تَأۡكُلُواْ مِنۢ بُيُوتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أُمَّهَٰتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ إِخۡوَٰنِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمۡ

Ayat menyebutkan rumah kerabat, namun tidak menyebutkan rumah anak, para ulama ahli tafsir menyatakan karena rumah anak termasuk ke dalam rumah kalian sendiri, karena rumah anak adalah rumah bapaknya. (Al-Qurthubi, 15/347).
Pertanyaan: Mengapa rumah anak tidak tersebut dalam ayat, padahal rumah kerabat lainnya disebutkan?

An-Nur Ayat 0 - 61

أَوۡ صَدِيقِكُمۡۚ

Allah menyandingkan di dalam ayat teman dengan kerabat murni yang erat, karena adanya kedekatan kasih sayang. Ibnu Abbas berkata dalam kitab an-Naqqasy, “Teman lebih kuat daripada kerabat, perhatikanlah permohonan orang-orang ahli neraka Jahanam, “Kami tidak memiliki para pemberi syafa'at dan tidak pula teman yang setia.” [Asy-Syu’ara`: 100-101]. (Al-Qurthubi, 15/351).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyandingkan di dalam ayat teman dengan kerabat?

An-Nur Ayat 0 - 61

لَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَن تَأۡكُلُواْ جَمِيعًا أَوۡ أَشۡتَاتٗاۚ

Ini meniadakan dosa bukan meniadakan keutamaan, karena bagaimana pun berkumpul untuk makan adalah lebih utama. (As-Sa'di, 575).
Pertanyaan: Mana yang lebih utama, makan dengan berkumpul (bersama-sama) atau sendiri-sendiri?

An-Nur Ayat 0 - 61

فَسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ

Hendaknya sebagian dari kalian mengucapkan salam kepada sebagian lainnya, karena kaum Muslimin seperti jiwa yang satu dalam urusan saling menyayangi, mengasihi dan menyantuni. (As-Sa'di, 575).
Pertanyaan: Firman Allah, “Diri kalian sendiri,” mengandung petunjuk kuatnya ikatan di antara kaum Muslimin. Jelaskan!

An-Nur Ayat 0 - 61

فَإِذَا دَخَلۡتُم بُيُوتٗا فَسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ تَحِيَّةٗ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُبَٰرَكَةٗ طَيِّبَةٗۚ

Allah menyifatinya dengan keberkahan, karena ia mengandung doa dan mendatangkan kecintaan di antara kaum Muslimin. (Ibnu Athiyyah, 4/197).
Pertanyaan: Mengapa salam dikatakan penuh dengan keberkahan?