Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan




٢١ ٢١


ﭿ

٢٢ ٢٢

٢٣ ٢٣


٢٤ ٢٤

٢٥ ٢٥


٢٦ ٢٦
ﯿ
٢٧ ٢٧
296
Al-Kahf Ayat 0 - 21

وَكَذَٰلِكَ أَعۡثَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ لِيَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ لَا رَيۡبَ فِيهَآ

Ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa melarikan diri untuk menyelamatkan agamanya maka Allah akan menyelamatkan agamanya, bahwa barangsiapa berusaha selamat, maka Allah menyelamatkannya, bahwa barangsiapa berlindung kepada Allah, maka Allah melindunginya dan Allah menjadikannya hidayah bagi orang lain, bahwa barangsiapa menerima kerendahan di jalan Allah dan demi ridhaNya, maka akhir perkaranya adalah kemuliaan besar dari arah yang tidak disangka-sangka. (As-Sa'di, 473).
Pertanyaan: Sebutkan tiga faidah ringkas dari kisah Ashhabul Kahfi!

Al-Kahf Ayat 0 - 21

فَقَالُواْ ٱبۡنُواْ عَلَيۡهِم بُنۡيَٰنٗاۖ رَّبُّهُمۡ أَعۡلَمُ بِهِمۡۚ قَالَ ٱلَّذِينَ غَلَبُواْ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِمۡ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيۡهِم مَّسۡجِدٗا ٢١

Mendirikan rumah ibadah di atas kuburan dan shalat padanya dilarang, karena hal itu menjadi sarana untuk menyembah penghuni kubur atau mirip dengan orang-orang yang menyembah orang-orang shalih di dalam agama mereka. (Ibnu Asyur, 15/290).
Pertanyaan: Mengapa kita dilarang mendirikan masjid di atas kuburan?

Al-Kahf Ayat 0 - 22

قُل رَّبِّيٓ أَعۡلَمُ بِعِدَّتِهِم

Ini adalah arahan bahwa yang lebih di dalam konteks seperti ini adalah memulangkan ilmu kepada Allah, karena tidak ada alasan untuk membahasnya tanpa landasan ilmu, namun bila kami mengetahui sesuatu, maka kami mengatakannya, bila tidak, maka kami menahan diri. (Ibnu Katsir, 3/77).
Pertanyaan: Apa yang patut dilakukan oleh penuntut ilmu jika dia menghadapi masalah syar’i sementara dia tidak mengetahui atau bingung menjawabnya?

Al-Kahf Ayat 0 - 22

وَلَا تَسۡتَفۡتِ فِيهِم مِّنۡهُمۡ أَحَدٗا ٢٢

Ayat ini mengandung petunjuk tidak boleh bertanya kepada siapa yang tidak kapabel dalam menjawab fatwa, bisa karena dia tidak mengetahui perkara yang ditanyakan atau tidak memperhatikan apa yang diucapkan, sementara dia tidak mempunyai rasa takut kepada Allah yang mengendalikannya. Ayat ini juga mengandung petunjuk bahwa seseorang bisa saja dilarang untuk bertanya dalam satu hal bukan dalam hal lainnya, dia bertanya kepada siapa yang layak untuk ditanya, karena Allah tidak melarang bertanya kepada mereka secara mutlak, akan tetapi melarang bertanya dalam urusan Ashhabul Kahfi dan yang sepertinya. (As-Sa'di, 474).
Pertanyaan: Sebutkan sebagian masalah yang berkenaan dengan bertanya atau fatwa yang tergali dari ayat!

Al-Kahf Ayat 0 - 24

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَاْيۡءٍ إِنِّي فَاعِلٞ ذَٰلِكَ غَدًا ٢٣ إِلَّا أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ

Maksudnya bila kamu hendak melakukan sesuatu esok hari, maka jangan berkata, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,” kecuali bila kamu menambahkan, “Insya Allah.” (Al-Baghawi, 3/23).
Pertanyaan: Bila seorang hamba hendak melakukan sesuatu di masa depan, al-Qur`an mengajarinya sebuah adab dalam mengucapkan. Sebutkan!

Al-Kahf Ayat 0 - 24

وَٱذۡكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ

Allah mengarahkan siapa yang melupakan sesuatu dalam perkataannya untuk mengingat Allah, karena lupa berawal dari setan dan mengingat Allah mengusir setan, bila setan pergi, maka lupa pergi, maka mengingat Allah adalah sebab ingat. (Ibnu Katsir, 3/78).
Pertanyaan: Apa hubungan antara mengingat Allah dan lenyapnya lupa?

Al-Kahf Ayat 0 - 26

مَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِيّٖ وَلَا يُشۡرِكُ فِي حُكۡمِهِۦٓ أَحَدٗا ٢٦

Wali adalah seseorang yang di antara dirimu dengannya terjalin sebab yang karenanya dia berwala` (mencintai)mu dan kamu mencintainya, dan iman merupakan sebab yang dengannya orang-orang Mukmin mencintai Tuhan mereka dan Tuhan mereka mencintai mereka dengan memberi mereka pahala, pertolongan dan kemenangan. (Asy-Syinqithi, 3/257).
Pertanyaan: Bagaimana Allah mencintai orang-orang yang beriman dan orang-orang yang beriman mencintai Allah?