Quran
ﮕ
ﱂ
ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ ٦٢ ٦٢ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ
ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ
ﭬ ﭭ ﭮ ٦٣ ٦٣ ﭰ ﭱ ﭲ
ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ
ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ٦٤ ٦٤ ﮃ ﮄ
ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ
ﮎ ﮏ ﮐ ٦٥ ٦٥ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ
ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ
ﮠ ﮡ ﮢ ٦٦ ٦٦ ﮤ ﮥ
ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ
ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ
ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ٦٧ ٦٧ ﯜ ﯝ ﯞ
ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ
ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ٦٨ ٦٨
وَٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَحَقُّ أَن يُرۡضُوهُ إِن كَانُواْ مُؤۡمِنِينَ ٦٢
Karena seorang Mukmin tidak mengedepankan sesuatu di atas ridha Tuhannya dan RasulNya, ini menunjukkan bahwa mereka tidak mempunyai iman, di mana mereka mengedepankan ridha selain Allah dan RasulNya. Ini menentang Allah dan menyelisihiNya. (As-Sa'di, 342).
Pertanyaan: Di antara tanda iman yang shahih adalah mendahulukan ridha Allah atas selainnya. Jelaskan hal ini!
يَحۡذَرُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيۡهِمۡ سُورَةٞ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِي قُلُوبِهِمۡۚ قُلِ ٱسۡتَهۡزِءُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ مُخۡرِجٞ مَّا تَحۡذَرُونَ ٦٤
Qatadah berkata, “Surat ini disebut dengan al-Fadhihah (yang membongkar kedok), karena ia membongkar kedok orang-orang munafik. (Ibnu Katsir, 2/351).
Pertanyaan: Setiap terjadi satu peristiwa, baik bila kita merenungkan surat tertentu, kapan baiknya merenungkan surat at-Taubah ini secara berulang-ulang?
يَحۡذَرُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيۡهِمۡ سُورَةٞ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِي قُلُوبِهِمۡۚ قُلِ ٱسۡتَهۡزِءُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ مُخۡرِجٞ مَّا تَحۡذَرُونَ ٦٤
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa menyembunyikan sebuah rahasia, khususnya rahasia makar terhadap agama Allah, menghina ayat-ayat Allah dan RasulNya, niscaya Allah membongkarnya dan mempermalukan pelakunya, menghukumnya dengan hukuman yang berat. (As-Sa'di, 343).
Pertanyaan: Keburukan moral sering terbongkar dari para pendeta Nasrani dan imam Syi’ah, apa rahasianya?
وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ ٦٥ لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ
Memperolok-olok Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya adalah kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari agama, karena dasar agama berpijak kepada pengagungan kepada Allah, agama dan RasulNya, sementara memperolok-olok menafikan dasar ini, bertentangan dengannya dengan pertentangan yang total. (As-Sa'di, 343).
Pertanyaan: Mengapa memperolok-olok Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya adalah kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari agama?
وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ ٦٥ لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ
Ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa merendahkan Rasulullah, baik secara serius atau senda gurau, maka dia kafir. (Ibnu Taimiyah, 3/400).
Pertanyaan: Apa hukum orang yang merendahkan dan melecehkan Nabi ?
قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ ٦٥ لَا تَعۡتَذِرُواْ قَدۡ كَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡۚ
Asy-Syafi'i ditanya tentang orang yang mempermainkan sesuatu dari ayat-ayat Allah, maka asy-Syafi'i menyatakannya kafir dan beliau berdalil dengan “Katakanlah, 'Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayatNya serta RasulNya kalian selalu berolok-olok?' Tidak perlu kalian meminta maaf, karena kalian telah kafir setelah beriman.” (Ibnu Taimiyah, 3/402).
Pertanyaan: Apa hukum orang yang mempermaikan sesuatu dari ayat-ayat Allah?
نَسُواْ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمۡۚ
Mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah, maka Allah menelantarkannya dengan tidak memberinya taufik dan hidayah di dunia dan tidak merahmatinya di akhirat, Allah membiarkannya dalam azabNya. (Al-Baghawi, 2/302).
Pertanyaan: Balasan suatu amal itu sejenis dengan amal itu sendiri. Jelaskan dari ayat!