Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٣٢ ٣٢


٣٣ ٣٣


ﭿ

٣٤ ٣٤



٣٥ ٣٥




٣٦ ٣٦
192
At-Tawbah Ayat 0 - 32

يُرِيدُونَ أَن يُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَيَأۡبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٣٢

Penisbatan cahaya kepada nama Allah mengandung isyarat bahwa usaha memadamkannya sia-sia, dan bahwa pelakunya tidak akan pernah bisa mewujudkan keinginannya. (Ibnu Asyur, 10/172).
Pertanyaan: Apa faidah penyandaran cahaya kepada Allah?

At-Tawbah Ayat 0 - 33

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ ٣٣

Meninggikannya adalah menjadikannya di atas seluruh agama dan paling kuat, sehingga ia menjangkau belahan timur dan barat. (Ibnu Juzay, 1/356).
Pertanyaan: Apa yang kamu katakan kepada orang yang pesimis tentang kemenangan Islam melalui ayat ini?

At-Tawbah Ayat 0 - 34

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡأَحۡبَارِ وَٱلرُّهۡبَانِ لَيَأۡكُلُونَ أَمۡوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡبَٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۗ

Maksud ayat adalah memperingatkan umat terhadap ulama su` dan ahli ibadah yang sesat. Sebagaimana yang Sufyan bin Uyainah katakan, “Ulama kita yang rusak, menyerupai orang-orang Yahudi sedangkan ahli ibadah kita yang rusak menyerupai orang-orang Nasrani.” (Ibnu Katsir, 2/335).
Pertanyaan: Apa maksud dari peringatan terhadap keadaan ulama Yahudi dan ahli ibadah Nasrani dalam ayat ini?

At-Tawbah Ayat 0 - 34

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡأَحۡبَارِ وَٱلرُّهۡبَانِ لَيَأۡكُلُونَ أَمۡوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡبَٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۗ وَٱلَّذِينَ يَكۡنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلۡفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ٣٤

Karena manusia bergantung kepada ulama, ahli ibadah dan pemilik harta, bila kehidupan mereka rusak, maka kehidupan manusia akan rusak pula. (Ibnu Katsir, 2/335).
Pertanyaan: Mengapa Allah mengkhususkan peringatanNya pada para ahbar yang merupakan ulama, para rahib yang merupakan ahli ibadah dan orang-orang kaya?

At-Tawbah Ayat 0 - 35

وَٱلَّذِينَ يَكۡنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلۡفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرۡهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ٣٤ يَوۡمَ يُحۡمَىٰ عَلَيۡهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكۡوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمۡ وَجُنُوبُهُمۡ وَظُهُورُهُمۡۖ هَٰذَا مَا كَنَزۡتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡنِزُونَ ٣٥

Ada yang berkata, Siapa yang mencintai sesuatu dan mendahulukannya di atas ketaatan kepada Allah maka dia akan disiksa dengannya. Orang-orang itu, saat mereka lebih mencintai harta mereka dibandingkan ridha Allah, maka mereka diazab dengan harta mereka sendiri. Karena harta ini adalah harta yang paling berharga bagi pemiliknya, maka ia paling berbahaya bagi mereka di alam akhirat. (Ibnu Katsir, 2/336).
Pertanyaan: Siapa yang mencintai sesuatu dan mendahulukannya di atas ketaatan kepada Allah maka dia akan disiksa dengannya? Jelaskan hal ini melalui ayat ini!

At-Tawbah Ayat 0 - 36

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ

Ayat ini menunjukkan bahwa yang wajib adalah mengaitkan hukum-hukum ibadah dan lainnya dengan bulan dan tahun yang dikenal oleh orang-orang Arab bukan bulan-bulan Ajam, orang-orang Romawi dan Qibthi. (Al-Qurthubi, 10/197).
Pertanyaan: Banyak ajakan untuk meninggalkan bulan-bulan hijriyah dan menggantinya dengan bulan-bulan Ajam. Apa arahan al-Qur`an dalam hal ini?

At-Tawbah Ayat 0 - 36

وَقَٰتِلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ كَآفَّةٗ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ كَآفَّةٗۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ ٣٦

“Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” Maka hendaklah kalian berusaha menggunakan senjata takwa kepada Allah dalam keadaan kalian yang rahasia dan yang terbuka, juga menaatiNya khususnya saat kalian memerangi orang-orang kafir, karena dalam ke-adaan ini seorang Mukmin mungkin tidak bertakwa kepada Allah dalam bermuamalah dengan orang-orang kafir musuh yang memerangi. (As-Sa'di, 336).
Pertanyaan: Mengapa Allah memerintahkan agar kita bertakwa sesudah memerintahkan kita memerangi orang-orang kafir?