Quran
ﮓ
ﱁ
ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ
ﭢ ٩٦ ٩٦ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ
ﭪ ﭫ ﭬ ٩٧ ٩٧ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ
ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ٩٨ ٩٨ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ
ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ٩٩ ٩٩ ﮄ ﮅ
ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ
ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ
١٠٠ ١٠٠ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ
ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ
ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ١٠١ ١٠١ ﯔ ﯕ
ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ١٠٢ ١٠٢
ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ
ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ١٠٣ ١٠٣
ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ١٠٤ ١٠٤
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦
“Berkah dari langit dan bumi.” Maksudnya adalah hakikatnya, karena apa yang manusia dapatkan berupa kebaikan-kebaikan dunia tidak lepas dari hasil bumi, dan hal itu merupakan mayoritas manfaat atau dari langit seperti hujan, cahaya matahari, rembulan dan bintang, udara dan angin yang baik. (Ibnu Asyur, 9/22).
Pertanyaan: Keberkahan yang manusia dapatkan tidak lepas dari dua arah, langit dan bumi. Jelaskan hal ini!
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ
Seandainya penduduk negeri-negeri beriman dengan hati mereka dengan iman yang benar, iman yang dibuktikan dengan amal perbuatan, mereka juga menggunakan takwa kepada Allah lahir dan batin dengan meninggalkan apa yang Allah haramkan, niscaya Allah membuka bagi mereka keberkahan-keberkahan langit dan bumi. (As-Sa'di, 298).
Pertanyaan: Apa yang membuat kehidupan negeri dan desa membaik?
أَفَأَمِنُواْ مَكۡرَ ٱللَّهِۚ فَلَا يَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٩٩
Azab Allah melalui istidrajNya terhadap mereka dengan memberi mereka kenikmatan di dunia. (Al-Baghawi, 2/132).
Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan azab Allah di dalam ayat?
فَلَا يَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٩٩
Ayat yang mulia ini mengandung ancaman yang mendalam, bahwa seorang hamba tidak patut merasa aman dari azab Allah karena iman yang dimilikinya, sebaliknya dia patut selalu khawatir dan takut ditimpa musibah yang menghilangkan imannya. (As-Sa'di, 298).
Pertanyaan: Apa yang patut dilakukan oleh orang yang merenungkan ayat ini?
فَلَا يَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ٩٩
Al-Hasan al-Bashri berkata, “Seorang Mukmin melakukan ketaatan sementara dia masih khawatir, takut dan cemas, sedangkan orang durjana melakukan kemaksiatan sementara dia merasa aman.” (Ibnu Katsir, 2/224).
Pertanyaan: Apa perbedaan antara orang Mukmin dan orang durjana dalam urusan merasa aman dari azab Allah?
أَوَ لَمۡ يَهۡدِ لِلَّذِينَ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ أَهۡلِهَآ أَن لَّوۡ نَشَآءُ أَصَبۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡۚ وَنَطۡبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ ١٠٠
“Dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).” Yakni, jika Kami sudah mengingatkan mereka namun mereka belum mau ingat, kami menegur mereka dan mereka tidak mau mengambil nasihat, Kami membimbing mereka dengan ayat-ayat dan pelajaran-pelajaran namun mereka tidak terbimbing, maka sesungguhnya Allah menghukum mereka, menutup hati mereka rapat-rapat, maka hati mereka diliputi karat dan noda, hingga ia tertutup mati dan kebenaran tidak bisa memasukinya, kebaikan tidak bisa sampai kepadanya, mereka tidak mendengar apa yang bermanfaat bagi mereka, mereka hanya mendengar apa yang dengannya hujjah tegak atas mereka. (As-Sa'di, 298).
Pertanyaan: Apa hukuman dunia paling berat bagi orang-orang yang berpaling dari agama Allah?
فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ١٠٣
Yakni, lihatlah wahai Muhammad bagaimana Kami berbuat terhadap mereka, Kami tenggelamkan mereka semuanya di hadapan Musa dan kaumnya. Ini lebih mendalam dalam menimpakan azab atas Fir'aun dan kaumnya, lebih memuaskan hati wali-wali Allah, Nabi Musa dan kaumnya yang beriman kepadanya. (Ibnu Katsir, 2/225-226).
Pertanyaan: Apa hikmah dari perintah melihat akibat orang-orang yang berbuat kerusakan?