Quran
ﮒ
ﱀ
ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ
ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ
ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ١٥٢ ١٥٢
ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ
ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ
ﮌ ١٥٣ ١٥٣ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ
ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ
ﮝ ﮞ ١٥٤ ١٥٤ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ
ﮥ ﮦ ﮧ ١٥٥ ١٥٥ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ
ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ
١٥٦ ١٥٦ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ
ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ
ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ
ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ١٥٧ ١٥٧
وَلَا تَقۡرَبُواْ مَالَ ٱلۡيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ أَشُدَّهُۥۚ
Yakni, dengan cara yang membawa kebaikan dan keuntungan, hal itu dengan menjaga pokoknya dan mengembangkan cabangnya. (Al-Qurthubi, 9/111).
Pertanyaan: Bagaimana bertindak baik pada harta anak yatim?
وَلَا تَقۡرَبُواْ مَالَ ٱلۡيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ أَشُدَّهُۥۚ
Disebutkannya menjaga harta anak yatim secara khusus, karena harta tersebut rentan digunakan secara tidak benar oleh walinya, karena anak yatim tidak memiliki pembela. (Ibnu Asyur, 8/164).
Pertanyaan: Mengapa hak anak yatim pada hartanya disebutkan secara khusus di dalam ayat yang mulia ini?
وَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِۖ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۖ
Yakni, sesuai dengan kadarnya yang lapang dan tidak sempit. Barangsiapa berusaha memenuhi keduanya, kemudian terjadi kekurangan tanpa kesengajaan dan tanpa sepengetahuannya maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (As-Sa'di, 280).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyatakan bahwa Dia tidak membebani seseorang kecuali sebatas kesanggupannya sesudah memerintahkannya agar memenuhi takaran dan timbangan?
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٥٣
Jalan-jalan tersebut mencakup Yahudi, Nasrani dan Majusi, semua pemeluk agama (selain Islam), ahli bid’ah dan kesesatan dari kalangan pengusung hawa nafsu dan penyimpangan dalam cabang-cabang agama dan lainnya dari kalangan orang-orang yang gemar mendebat secara berlebihan dan tenggelam di dalam ilmu kalam. Semua itu sangat rentan tersesat dan membuka keburukan akidah. (Al-Qurthubi, 9/117).
Pertanyaan: Apa jalan-jalan yang Allah peringatkan kita agar kita tidak mengikutinya?
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٥٣
"Janganlah kalian ikuti jalan-jalan (yang lain)," yakni, yang berbeda-beda dalam agama, baik Yahudi, Nasrani dan agama-agama batil lainnya, termasuk bid’ah dan hawa nafsu yang menyesatkan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi membuat garis kemudian bersabda, “Ini adalah jalan Allah.” Kemudian beliau membuat garis-garis di sisi kanan dan kirinya kemudian bersabda, “Ini semua adalah jalan-jalan, pada setiap jalan ada setan yang mengajak kepadanya.” (Ibnu Juzay, 1/292).
Pertanyaan: Apa pendapatmu tentang seseorang yang bergabung dengan aliran-aliran yang menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah dengan alasan bahwa di sana ada kebaikan?
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ
Pertanyaan: Apa pendapatmu tentang seseorang yang bergabung dengan aliran-aliran yang menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah dengan alasan bahwa di sana ada kebaikan?
Pertanyaan: Mengapa jalan Allah hadir dalam bentuk kata tunggal, sedangkan jalan selainnya hadir dalam bentuk jamak?
وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكٞ
Keberkahan-keberkahan ditimba darinya, tidak ada kebaikan kecuali ia telah mengajak kepadanya dan menganjurkannya, menyebutkan hikmah-hikmah dan kebaikan-kebaikan di belakangnya, tidak ada keburukan kecuali ia melarangnya dan memperingatkannya, menjelaskan sebab-sebab yang menjauhkan dari melakukannya dan akibat-akibatnya yang buruk. (As-Sa'di, 281).
Pertanyaan: Apa bentuk-bentuk keberkahan yang dikandung oleh al-Qur`an al-Karim?