Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan





ﭿ
١٧١ ١٧١



١٧٢ ١٧٢



١٧٣ ١٧٣


١٧٤ ١٧٤

١٧٥ ١٧٥
105
An-Nisa Ayat 0 - 171

يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ وَلَا تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّۚ

Mereka dipanggil dengan ahli kitab sebagai sindiran bahwa mereka menyelisihi kitab mereka. (Ibnu Asyur, 7/50).
Pertanyaan: Mengapa dalam ayat yang mulia ini mereka dipanggil dengan ahli kitab?

An-Nisa Ayat 0 - 171

يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ وَلَا تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّۚ

Berlebih-lebihan dalam agama adalah menampakkan sesuatu yang melampaui batas yang ditetapkan oleh agama. Orang-orang Yahudi dituntut untuk mengikuti Taurat dan mencintai rasul mereka, namun mereka melampauinya dengan membenci para rasul seperti Isa dan Muhammad. Orang-orang Nasrani dituntut agar mengikuti al-Masih, namun mereka melampaui batas padanya dengan mengangkatnya sebagai Tuhan atau dia adalah putra Allah di samping kufur kepada Muhammad. (Ibnu Asyur, 6/51).
Pertanyaan: Apa hakikat berlebih-lebihan dalam agama?

An-Nisa Ayat 0 - 171

وَلَا تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّۚ

Perkataan ini mengandung 3 hal, 2 di antaranya dilarang, yaitu berkata dusta atas nama Allah dan berkata tanpa ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah, perbuatan-per-buatan dan syariatNya serta rasul-rasulNya. Dan yang ketiga adalah yang diperintahkan, yaitu mengucapkan kebenaran dalam segala urusan di atas. (As-Sa'di, 216).
Pertanyaan: Kalimat yang sedikit ini mengandung makna-makna besar dan mendalam, apa itu?

An-Nisa Ayat 0 - 172

لَّن يَسۡتَنكِفَ ٱلۡمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبۡدٗا لِّلَّهِ وَلَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ٱلۡمُقَرَّبُونَۚ وَمَن يَسۡتَنكِفۡ عَنۡ عِبَادَتِهِۦ وَيَسۡتَكۡبِرۡ فَسَيَحۡشُرُهُمۡ إِلَيۡهِ جَمِيعٗا ١٧٢

Terdapat hadits yang berkenaan dengan hal itu, “Tidak akan masuk surga siapa yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarrah.” Seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya seorang laki-laki suka apabila pakaiannya bagus dan sandalnya bagus.” Nabi  bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Mahaindah dan mencintai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (Al-Alusi, 6/293).
Pertanyaan: Apa definisi sombong dan apa akibatnya? Semoga Allah menjadikanmu paham dalam agamaNya.

An-Nisa Ayat 0 - 173

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُوَفِّيهِمۡ أُجُورَهُمۡ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضۡلِهِۦۖ

“Dan menambah sebagian dari karuniaNya.” Termasuk melipatgandakan pahala yang tidak dilihat oleh mata, tidak didengar oleh telinga dan tidak terlintas dalam benak manusia. (Al-Baghawi, 1/627).
Pertanyaan: Bagaimana balasan itu dilipatgandakan dan ditambah di surga?

An-Nisa Ayat 0 - 174

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُم بُرۡهَٰنٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَأَنزَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ نُورٗا مُّبِينٗا ١٧٤

"Tuhan kalian," disebutkannya Rububiyah Allah dengan penisbatan ke-pada kata ganti orang kedua dalam bentuk jamak untuk menunjukkan kelembutan kepada mereka, untuk mengisyaratkan bahwa kehadiran bukti tersebut semata-semata untuk mengurusi kemaslahatan mereka dan menyempurnakannya. (Al-Alusi, 6/295).
Pertanyaan: Pada kata "Tuhan kalian" mengandung sebuah noktah cermat dan faidah mulia. Sebutkanlah! Semoga Allah memberimu taufik kepada kebaikan.

An-Nisa Ayat 0 - 175

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَٱعۡتَصَمُواْ بِهِۦ فَسَيُدۡخِلُهُمۡ فِي رَحۡمَةٖ مِّنۡهُ وَفَضۡلٖ وَيَهۡدِيهِمۡ إِلَيۡهِ صِرَٰطٗا مُّسۡتَقِيمٗا ١٧٥

Sebaliknya siapa yang tidak beriman kepada Allah, tidak berpegang kepada agamaNya dan tidak berpegang kepada KitabNya, maka Dia menghalanginya dari rahmatNya, tidak memberinya karuniaNya, menyerahkannya kepada dirinya, maka mereka tidak mendapatkan hi-dayah, sebaliknya mereka tersesat dengan kesesatan yang nyata sebagai hukuman bagi mereka karena mereka tidak beriman, sehingga mereka hanya mendapatkan kegagalan dan penyesalan. (As-Sa'di, 217).
Pertanyaan: Apa hukuman orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak berpegang kepada agamaNya?