Quran
ﮐ
ﰽ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ
ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ
ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ١٣٥ ١٣٥ ﭻ
ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ
ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ
ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ
ﮖ ﮗ ١٣٦ ١٣٦ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ
ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ
ﮬ ١٣٧ ١٣٧ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ١٣٨ ١٣٨ ﯖ
ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ
ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ١٣٩ ١٣٩ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ
ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ
ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ
ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ١٤٠ ١٤٠
إِن يَكُنۡ غَنِيًّا أَوۡ فَقِيرٗا فَٱللَّهُ أَوۡلَىٰ بِهِمَاۖ
Yakni, bila orang yang keadilan ditegakkan untuknya atau kesaksian membelanya kaya atau miskin, maka hendaknya kekayaan dan kemiskinan bukan menjadi sebab untuk memberikan kesaksian atasnya atau untuknya, memutuskan hukum baginya atau atasnya. Maksud dari semua itu adalah peringatan agar tidak terpengaruh oleh keadaan-keadaan yang kebenaran dan kebatilan samar padanya karena hal-hal yang meliputinya yang diduga bahwa mempertimbangkannya adalah sebuah bentuk penegakan kemaslahatan dan penjagaan terhadap asas keadilan. (Ibnu Asyur, 5/226).
Pertanyaan: Apa kaya atau miskin berpengaruh terhadap keputusan hakim di antara dua pihak yang bertikai atau dalam kesaksian saksi baginya?
فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْۚ وَإِن تَلۡوُۥٓاْ أَوۡ تُعۡرِضُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا ١٣٥
Mengikuti hawa nafsu itu mencelakakan dan membinasakan. Allah berfirman, “Maka putuskanlah di antara manusia berdasarkan kebenaran dan jangan mengikuti hawa nafsu kalian kamu akan tersesat dari jalan Allah.” [Shad: 26] Mengikuti hawa nafsu menyeret kepada kesaksian yang tidak benar dan mengajak untuk menetapkan keputusan yang zhalim dan kerusakan lainnya. Asy-Sya’bi berkata, “Allah mengambil tiga syarat atas para hakim, agar mereka tidak mengikuti hawa nafsu, tidak takut kepada manusia dan merekalah yang takut kepadanya, dan tidak menjual belikan ayat-ayatNya dengan harga yang sedikit.” (Al-Qurthubi, 7/178).
Pertanyaan: Apa kaya atau miskin berpengaruh terhadap keputusan hakim di antara dua pihak yang bertikai atau dalam kesaksian saksi baginya?
فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْۚ
Hawa nafsu membuat pemiliknya buta mata hatinya sehingga dia melihat yang benar adalah batil dan yang batil adalah yang haq atau membuatnya meninggalkan yang haq sesudah mengetahuinya. (As-Sa'di, 209).
Pertanyaan: Jelaskan bahaya hawa nafsu atas pemiliknya!
ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۚ أَيَبۡتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلۡعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعٗا ١٣٩
Allah menyebutkan sifat orang-orang munafik yang paling berbahaya bagi orang-orang Mukmin, yaitu memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir dan mengesampingkan orang-orang Mukmin. Allah memperingatkan terhadap kerusakan perbuatan ini agar ditinggalkan oleh sebagian orang Mukmin yang mungkin terjatuh ke dalamnya karena kelalaian atau karena ke-tidaktahuan atau karena peremehan. (Ibnu Athiyyah, 2/125).
Pertanyaan: Semua sifat orang-orang munafik membahayakan orang-orang Mukmin, sebutkan yang paling membahayakan!
ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۚ أَيَبۡتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلۡعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعٗا ١٣٩
Kekuatan itu hanya milik Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, akan tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui. Maksud dari ini adalah dorongan untuk mencari kekuatan dari sisi Allah, menghadap kepadaNya melalui ibadah dan masuk ke dalam rombongan hamba-hambaNya yang beriman. (Ibnu Katsir, 1/536).
Pertanyaan: Apa maksud dari pemberitahuan Allah bahwa seluruh ke-kuatan adalah milikNya?
وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ أَنۡ إِذَا سَمِعۡتُمۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَيُسۡتَهۡزَأُ بِهَا فَلَا تَقۡعُدُواْ مَعَهُمۡ حَتَّىٰ يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيۡرِهِۦٓ
Karena ayat di dalam surat al-An’am adalah Makkiyah, maka ia hanya membatasi pada berpaling, tidak duduk bersama mereka, karena tidak mungkin mengingkari mereka dengan selain hati. Adapun ayat ini maka ia adalah Madaniyah, merubahnya bagi setiap Muslim dengan lisan dan tangannya memungkinkan, maka orang yang tetap duduk tanpa mengingkari sama dengan orang yang meridhai. (Al-Biqa'i, 2/337).
Pertanyaan: Mengapa di dalam surat al-An’am ada perintah berpaling se-dangkan di sini perintah tidak duduk bersama mereka?
وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ أَنۡ إِذَا سَمِعۡتُمۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَيُسۡتَهۡزَأُ بِهَا فَلَا تَقۡعُدُواْ مَعَهُمۡ حَتَّىٰ يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيۡرِهِۦٓ إِنَّكُمۡ إِذٗا مِّثۡلُهُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡكَٰفِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا ١٤٠
Ayat "Di dalam Jahannam" yang merupakan penjara al-Malik. Ayat "Semuanya", sebagaimana Allah mengumpulkan mereka di meja kekufuran yang merupakan celaan terhadap kerajaan al-Malik, dan persamaan di antara mereka dalam kekafiran dengan duduk-duduk bersama mereka menunjukkan persamaan antara pelaku dosa dengan orang yang duduk bersamanya namun mendiamkannya. (Al-Biqa'i, 2/337).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyatukan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam api neraka Jahannam?