Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٨٧ ٨٧


٨٨ ٨٨
ﭿ


٨٩ ٨٩




٩٠ ٩٠



ﯿ
٩١ ٩١
92
An-Nisa Ayat 0 - 87

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِۗ وَمَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ حَدِيثٗا ٨٧

Pendusta berdusta untuk mendatangkan manfaat bagi dirinya atau menolak mudarat dari dirinya, sementara Allah adalah Pencipta manfaat dan mudarat, maka mustahil baginya kedustaan. (Ath-Thabari, 8/593).
Pertanyaan: Mengapa tidak ada yang lebih benar perkataannya daripada Allah?

An-Nisa Ayat 0 - 87

وَمَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ حَدِيثٗا ٨٧

Allah mengabarkan bahwa pembicaraanNya, kabar-kabarnya dan firman-firmanNya berada di puncak kebenaran, yang tertinggi, apa pun pendapat di bidang akidah, ilmu dan amal yang bertentangan dengan apa yang Allah kabarkan maka ia batil, karena ia bertentangan dengan kabar Allah yang Mahabenar yang yakin, sehingga ia tidak mungkin benar. (As-Sa'di, 191).
Pertanyaan: Apa perbedaan antara orang yang menimba akidah dan dasar hidupnya dari al-Qur`an dengan orang yang menimbanya dari selain al-Qur`an?

An-Nisa Ayat 0 - 88

فَمَا لَكُمۡ فِي ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِئَتَيۡنِ وَٱللَّهُ أَرۡكَسَهُم بِمَا كَسَبُوٓاْۚ

Mengapa kalian berpeda pendapat menjadi dua pendapat atau dua golongan dalam menyikapi orang-orang munafik dan kalian tidak bersatu kata. Pertanyaan ini mengandung pengingkaran dan penafian, ayat ini tertuju kepada semua orang-orang Mukmin, namun kandungan celaan tertuju kepada sebagian dari mereka. Hal ini karena sebagian dari orang-orang Mukmin ada yang condong kepada orang-orang munafik, membela mereka dan loyal kepada mereka, sementara segolongan lainnya menjauhi mereka dan memusuhi mereka, maka orang-orang Mukmin dilarang bersikap demikian dan mereka diperintahkan agar berjalan di atas satu jalan, yaitu menjauhi dan memusuhi orang-orang munafik, karena kemunafikan dan kekafiran mereka nyata dan jelas. (Al-Qasimi, 1/200).
Pertanyaan: Apa kewajiban yang Allah perintahkan kepada orang-orang Mukmin untuk menyikapi orang-orang munafik?

An-Nisa Ayat 0 - 88

فَمَا لَكُمۡ فِي ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِئَتَيۡنِ وَٱللَّهُ أَرۡكَسَهُم بِمَا كَسَبُوٓاْۚ

Allah mengembalikan mereka kepada kekafiran sebagai balasan atas buruknya keyakinan mereka dan minimnya keikhlasan mereka kepada Allah, karena amalan-amalan, sebagian darinya melahirkan yang sejenisnya, amal yang shalih mendatangkan keshalihan dan amal yang buruk mendatangkan puncak kemaksiatan. (Ibnu Asyur, 5/150).
Pertanyaan: Mengapa Allah mengembalikan orang-orang munafik dari kemunafikan kepada kekafiran?

An-Nisa Ayat 0 - 89

فَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ أَوۡلِيَآءَ

Hal ini mengharuskan untuk tidak mencintai mereka, karena walayah (pertemanan) adalah cabang dari kecintaan, berarti juga membenci dan memusuhi mereka, karena larangan terhadap sesuatu berarti perintah kepada kebalikannya. (As-Sa'di, 192).
Pertanyaan: Apa tuntutan dari larangan Ilahi agar tidak mengangkat orang-orang munafik sebagai penolong?

An-Nisa Ayat 0 - 89

فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَخُذُوهُمۡ وَٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ وَجَدتُّمُوهُمۡۖ

Berpaling dari kewajiban berhijrah. Ini adalah peringatan bagi mereka sebelum menimpakan hukuman atas mereka, karena maknanya: Maka sampaikanlah hukum ini, jika mereka berpaling darinya dan tidak menerimanya, maka tangkaplah mereka dan bunuhlah mereka. Ini menunjukkan bahwa siapa yang melakukan sesuatu yang mengandung kekafiran, maka dia tidak dihukum sebelum dijelaskan dan diterangkan kepadanya apa yang telah dilakukannya, ditegakkan hujjah atasnya. Bila dia mengakuinya, maka dia dihukum kemudian diminta bertaubat. (Ibnu Asyur, 5/152).
Pertanyaan: Kapan orang yang melakukan sesuatu yang mengandung kekafiran dihukum?

An-Nisa Ayat 0 - 90

وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَسَلَّطَهُمۡ عَلَيۡكُمۡ فَلَقَٰتَلُوكُمۡۚ

Allah membuat orang-orang musyrik berkuasa atas orang-orang Mukmin dengan membuat orang-orang musyrik itu bisa melakukan terhadap orang-orang Mukmin, dan membuat mereka kuat, hal ini bisa sebagai hukuman dari Allah karena menyebarnya kemungkaran dan mewabahnya kemaksiatan, bisa juga sebagai ujian dan cobaan, bila juga sebagai pelebur dosa-dosa. (Al-Qurthubi, 6/511).
Pertanyaan: Terkadang Allah membuat orang-orang musyrik berkuasa atas orang-orang Mukmin, apa sebabnya?