Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



٧ ٧


٨ ٨

ﭿ ٩ ٩


١٠ ١٠







ﯿ ١١ ١١
78
An-Nisa Ayat 0 - 7

لِّلرِّجَالِ نَصِيبٞ مِّمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٰلِدَانِ وَٱلۡأَقۡرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٞ مِّمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٰلِدَانِ وَٱلۡأَقۡرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًأ مَّفۡرُوضٗا ٧

Orang-orang Arab di zaman jahiliyah karena kekerasan dan kezhaliman mereka, mereka tidak memberikan warisan kepada orang-orang lemah; kaum wanita dan anak-anak. Mereka hanya memberikan warisan kepada kaum laki-laki yang kuat, karena menurut mereka kaum laki-laki yang kuat adalah orang-orang yang kuat untuk berperang, menyerang dan merampas. Lalu Tuhan yang Maha Penyayang dan Maha Bijaksana hendak meletakkan syariat bagi hambaNya sebuah syariat yang menyamakan kaum laki-laki dengan kaum wanita, orang-orang yang kuat dengan orang-orang yang lemah. Allah memberikan pengantar secara global sebelum masuk ke dalam tema untuk menyiapkan jiwa mereka, dan sesudah mukadimah yang global ini, hadirlah keterangan yang terperinci di mana jiwa sudah menantikannya, dan keterasingan yang berasal dari adat istiadat yang tidak baik sudah terangkat. (As-Sa'di, 165).
Pertanyaan: Jelaskan metode al-Qur`an yang bijak dalam merubah adat istiadat buruk yang mengakar di dalam jiwa!

An-Nisa Ayat 0 - 8

وَإِذَا حَضَرَ ٱلۡقِسۡمَةَ أُوْلُواْ ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينُ فَٱرۡزُقُوهُم مِّنۡهُ وَقُولُواْ لَهُمۡ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا ٨

Sebuah petunjuk diambil dari ayat, bahwa siapa yang memiliki keinginan dan dorongan kepada sesuatu yang diterima oleh seseorang, maka orang yang menerimanya patut memberinya sebagian dari apa yang diterimanya. (As-Sa'di, 165).
Pertanyaan: Berbagi dengan orang-orang yang hadir saat pembagian warisan yang diharapkan mengandung kebaikan bagi pemberi dan penerima, jelaskan hal itu!

An-Nisa Ayat 0 - 8

وَإِذَا حَضَرَ ٱلۡقِسۡمَةَ أُوْلُواْ ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينُ فَٱرۡزُقُوهُم مِّنۡهُ وَقُولُواْ لَهُمۡ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا ٨

Perintah untuk mengucapkan perkataan yang baik kepada mereka, yaitu perkataan yang patut yang lawannya adalah perkataan yang buruk adalah untuk menghibur sebagian mereka karena mereka tidak mendapatkan hak warisan. (Ibnu Asyur, 4/152).
Pertanyaan: Mengapa perintah berkata baik hadir pada bagian ini dari ayat yang mulia?

An-Nisa Ayat 0 - 9

وَلۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةٗ ضِعَٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡيَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدًا ٩

Hendaknya mereka berlaku adil dalam urusan mereka, agar Allah mengadakan bagi mereka orang yang berlaku adil pada anak keturunan mereka, hendaknya mereka berlaku adil, lurus dan benar, bila tidak maka Allah bisa mengirimkan orang yang akan menzhalimi anak keturunan mereka. (Al-Biqa'i, 2/218).
Pertanyaan: Balasan itu sejenis dengan amal perbuatan, jelaskan hal ini dari ayat!

An-Nisa Ayat 0 - 11

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِيٓ أَوۡلَٰدِكُمۡۖ

Ini di antara petunjuk bahwa Allah lebih menyayangi hamba-hambaNya dibandingkan bapak ibu, di mana Allah berwasiat kepada bapak ibu padahal keduanya mempunyai kasih sayang yang besar. (As-Sa'di, 166).
Pertanyaan: Bagaimana kamu menjadikan ayat ini sebagai bukti bahwa Allah lebih menyayangi hambaNya dibandingkan bapak ibu?

An-Nisa Ayat 0 - 11

مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٖ يُوصِي بِهَآ أَوۡ دَيۡنٍۗ

Didahulukannya wasiat atas hutang dari sisi penyebutan padahal dari sisi pembayaran hutang lebih didahulukan untuk memperlihatkan perhatian yang sempurna dalam menunaikannya, karena ia sangat mungkin dilalaikan sehingga tidak ditunaikan, sebab ia diambil tanpa pengganti seperti warisan, maka ia memberatkan ahli waris. (Al-Alusi, 4/227).
Pertanyaan: Mengapa wasiat didahulukan atas hutang padahal hutang mendahulinya dari sisi hukum?

An-Nisa Ayat 0 - 11

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِيٓ أَوۡلَٰدِكُمۡۖ ... إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ١١

Allah menetapkan hukum-hukum ini dengan sangat bijak dalam meng-hadirkan manfaat dan menolak mudarat dari kalian, Allah menyusunnya dengan sebaik-baiknya, mendahulukan ahli waris yang tidak tersambung kepada mayit oleh siapa pun karena kedekatannya yang kuat, Allah memulai dengan hubungan nasab karena kekuatannya, Allah memulai dengan anak karena kuatnya perhatian kepada anak. (Al-Biqa'i, 2/221).
Pertanyaan: Apa petunjuk dari dua nama Allah Maha mengetahui dan Maha Bijaksana dalam penetapan hukum warisan?