Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٣٤ ٣٤

٣٥ ٣٥

٣٦ ٣٦

٣٧ ٣٧
ﭿ
٣٨ ٣٨

٣٩ ٣٩

٤٠ ٤٠

٤١ ٤١

٤٢ ٤٢

٤٣ ٤٣

٤٤ ٤٤

٤٥ ٤٥


٤٦ ٤٦
ﯿ ٤٧ ٤٧
492
Az-Zukhruf Ayat 0 - 35

لَّجَعَلۡنَا لِمَن يَكۡفُرُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ لِبُيُوتِهِمۡ سُقُفٗا مِّن فِضَّةٖ وَمَعَارِجَ عَلَيۡهَا يَظۡهَرُونَ ٣٣ وَلِبُيُوتِهِمۡ أَبۡوَٰبٗا وَسُرُرًا عَلَيۡهَا يَتَّكِـُٔونَ ٣٤ وَزُخۡرُفٗاۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ

Yakni, niscaya Allah menghiasi dunia mereka dengan berbagai macam perhiasan, memberi mereka apa yang mereka angan-angankan, tetapi Allah tidak melakukan hal itu sebagai bentuk rahmatNya kepada hamba-hambaNya, Allah khawatir mereka akan bergegas dalam kekufuran dan kemaksiatan karena cinta dunia. Ini menunjukkan bahwa terkadang Allah menahan sebagian kesenangan dunia dari sebagian hambaNya secara khusus untuk kebaikan mereka sendiri. (As-Sa’di, 765).
Pertanyaan: Ayat ini menunjukkan bahwa di antara bentuk rahmat Allah kepada hambaNya adalah bahwa Dia memalingkannya dari kemewahan dunia. Jelaskan!

Az-Zukhruf Ayat 0 - 37

وَمَن يَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ نُقَيِّضۡ لَهُۥ شَيۡطَٰنٗا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٞ ٣٦ وَإِنَّهُمۡ لَيَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ ٣٧

Karena siapa yang dilapangkan dunianya, maka dunia tersebut akan melalaikannya dari mengingat Allah, maka malaikat-malaikat akan menjauhinya, setan-setan pun datang menempelnya, lalu mereka menggiringnya kepada segala keburukan. Sebaliknya barangsiapa bertakwa kepada Allah  dan selalu mengingatNya, maka malaikat datang membantunya. (Al-Biqa’i, 7/27-28).
Pertanyaan: Sebutkan sebagian dari efek negatif lalai dari mengingat Allah!

Az-Zukhruf Ayat 0 - 37

وَإِنَّهُمۡ لَيَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ ٣٧

Apabila ada yang berkata, apakah hal itu merupakan udzur yang benar, di mana mereka menyangka berada di dalam petunjuk namun tidak. Kami jawab, ini bukanlah alasan yang benar bagi orang ini dan orang yang sepertinya, orang-orang yang kebodohan mereka bermula dari berpaling dari mengingat Allah padahal mereka mampu untuk mencari petunjuk, mereka mengenyampingkan hidayah padahal mereka mampu mendapatkannya, mereka mementingkan kebatilan, maka dosa adalah dosa mereka dan kejahatan adalah kejahatan mereka. (As-Sa’di, 766).
Pertanyaan: Apakah alasan orang-orang yang tersesat itu diterima di mana mereka menyangka berada di atas petunjuk padahal mereka tidak demikian?

Az-Zukhruf Ayat 0 - 39

وَلَن يَنفَعَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ إِذ ظَّلَمۡتُمۡ أَنَّكُمۡ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ ٣٩

Perkataan ini dikatakan kepada orang-orang kafir di akhirat. Maknanya, kebersamaan mereka dalam azab tidak berguna bagi mereka, mereka tidak merasakan berkurangnya rasa duka seperti yang dirasakan oleh orang yang ditimpa kesusahan di dunia saat melihat orang lain tertimpa musibah sepertinya. (Ibnu Juzay, 2/314).
Pertanyaan: Jelaskan azab dari sisi kejiwaan yang dirasakan di akhirat oleh orang yang lalai dari mengingat Allah!

Az-Zukhruf Ayat 0 - 40

أَفَأَنتَ تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ أَوۡ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ وَمَن كَانَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٤٠

Tidak satu pun dari hal-hal itu yang menjadi kewenanganmu, akan tetapi semuanya kembali kepada Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Adapun dirimu tidak lain hanya menyampaikan. (Al-Biqa’i, 7/30).
Pertanyaan: Apa tugas mendasar seorang da'i ke jalan Allah?

Az-Zukhruf Ayat 0 - 44

وَإِنَّهُۥ لَذِكۡرٞ لَّكَ وَلِقَوۡمِكَۖ وَسَوۡفَ تُسۡـَٔلُونَ ٤٤

Kata ganti pada "Sesungguhnya ia", kembali kepada al-Qur`an atau Islam, dan dzikir di sini adalah kemuliaan dan kaum Nabi adalah Quraisy dan orang-orang Arab. Dengan Islam mereka meraih kemuliaan dunia dan akhirat, cukuplah sebagai bukti bahwa mereka menaklukkan belahan timur dan barat bumi. (Ibnu Juzay, 2/314).
Pertanyaan: Apa kemuliaan yang diraih oleh orang-orang Arab dengan berpegang teguh dengan Islam?

Az-Zukhruf Ayat 0 - 46

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٤٦

Tatkala orang-orang yang bermewah-mewahan cenderung meremehkan siapa yang datang kepada mereka membawa kebenaran dengan sebuah bentuk peremehan, mereka dan orang-orang seperti mereka senantiasa menolak, selanjutnya Allah menundukkan mereka melalui apa yang dibawa oleh para rasulNya kepada mereka, bisa dengan membinasakan mereka atau dengan cara yang lainnya, sekalipun mereka adalah orang-orang yang kuat. Allah menurunkan kisah Musa sebagai bukti atas hal itu melalui apa yang diucapkan oleh Fir'aun kepada Musa, akhirnya dia dan kaumnya dibinasakan sekalipun mereka adalah orang-orang kuat, sedangkan Musa dan Bani Israil selamat sekalipun mereka adalah orang-orang lemah. (Al-Biqa'i, 7/33).
Pertanyaan: Apa sikap orang-orang yang hidup dalam kemewahan terhadap orang-orang yang menasihati mereka dan apa Sunnah Allah yang berlaku pada kedua kubu?