Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٥٥ ٥٥
٥٦ ٥٦

٥٧ ٥٧
٥٨ ٥٨
٥٩ ٥٩

ﭿ ٦٠ ٦٠

٦١ ٦١

٦٢ ٦٢

٦٣ ٦٣
٦٤ ٦٤

٦٥ ٦٥

٦٦ ٦٦


٦٧ ٦٧
٦٨ ٦٨

٦٩ ٦٩
ﯿ ٧٠ ٧٠
444
Ya-Sin Ayat 0 - 55

إِنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ ٱلۡيَوۡمَ فِي شُغُلٖ فَٰكِهُونَ ٥٥

Ini mengisyaratkan bahwa penghuni surga disegerakan dalam mendapatkan kenikmatan mereka sebelum penduduk neraka dimasukkan ke dalam neraka, dan bahwa ahli surga tidak menyaksikan hal tersebut. (Ibnu Asyur, 23/41).
Pertanyaan: Di antara pemuliaan Allah kepada ahli surga adalah menyegerakan mereka untuk memasukinya. Bagaimana ayat ini menunjukkan hal itu?

Ya-Sin Ayat 0 - 59

وَٱمۡتَٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٥٩

Muqatil berkata, “Menjauhlah kalian dari orang-orang shalih.” Adh-Dhahhak berkata, “Setiap orang kafir mempunyai rumah di dalam neraka, dia memasukinya lalu pintunya ditimbun dengan api, di sana dia berada selama-lamanya.” (Al-Baghawi, 3/654).
Pertanyaan: Bagaimana para pendosa memisahkan diri mereka dari orang-orang Mukmin pada Hari Kiamat?

Ya-Sin Ayat 0 - 60

۞أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٦٠

Celaan ini mencakup segala macam kekufuran dan kemaksiatan, karena semua itu adalah ketaatan kepada setan dan merupakan penyembahan kepadanya. (As-Sa’di, 698).
Pertanyaan: Apa yang tercakup oleh celaan yang tersebut di dalam ayat yang mulia ini?

Ya-Sin Ayat 0 - 65

ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٦٥

Ada yang berkata, karena tanganlah yang berbuat secara langsung dan kaki hadir melihat. Perkataan orang yang hadir atas orang lain adalah kesaksian, sedangkan perkataan pelaku atas dirinya adalah pengakuan atas apa yang diucapkan atau diperbuatnya. Karena itu untuk tangan dikatakan berbicara dan untuk kaki kaki dikatakan bersaksi. (Al-Qur-thubi, 17/476).
Pertanyaan: Mengapa untuk tangan dikatakan berbicara dan untuk kaki dikatakan bersaksi?

Ya-Sin Ayat 0 - 68

وَمَن نُّعَمِّرۡهُ نُنَكِّسۡهُ فِي ٱلۡخَلۡقِۚ

Allah mengabarkan tentang manusia, bahwa semakin bertambah usianya, dia akan kembali lemah sesudah kuat, loyo sesudah giat. Maksudnya wallahu a’lam mengabarkan bahwa alam dunia ini adalah alam fana dan berakhir, pindah darinya ke alam abadi dan kekal. (Ibnu Katsir, 3/555).
Pertanyaan: Apa maksud kabar bahwa manusia dikembalikan kepada keadaan semula saat menua?

Ya-Sin Ayat 0 - 69

وَمَا عَلَّمۡنَٰهُ ٱلشِّعۡرَ وَمَا يَنۢبَغِي لَهُۥٓۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ وَقُرۡءَانٞ مُّبِينٞ ٦٩

Ibnul Qasim meriwayatkan dari Malik, bahwa dia ditanya tentang melantunkan bait syair, maka dia menjawab, “Jangan sering-sering, karena di antara sisi buruknya adalah apa yang Allah firmankan, “Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya.” (Al-Qurthubi, 17/484).
Pertanyaan: Apakah memperbanyak syair itu terpuji? Apa dalilnya?

Ya-Sin Ayat 0 - 70

لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيّٗا وَيَحِقَّ ٱلۡقَوۡلُ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٧٠

Agar al-Qur`an menjadi peringatan bagi orang yang hidup, yaitu orang Mukmin, karena orang kafir seperti orang mati, dia tidak merenung dan tidak berpikir. (Al-Baghawi, 3/649).
Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan yang hidup dan yang mati di dalam ayat ini?