Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٨٩ ٨٩

٩٠ ٩٠


٩١ ٩١
ﭿ
٩٢ ٩٢

٩٣ ٩٣
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١ ٢ ٢
٣ ٣



٤ ٤

٥ ٥
385
An-Naml Ayat 0 - 89

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَا وَهُم مِّن فَزَعٖ يَوۡمَئِذٍ ءَامِنُونَ ٨٩

“Maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya,” yakni, pahala dari Allah adalah lebih baik daripada perkataan dan perbuatan hamba, demikian juga ridha Allah lebih baik daripada perkataan dan perbuatan hamba, hal ini kembali kepada pelipatgandaan, karena Allah membalas satu kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya, iman dalam masa yang singkat dengan pahala abadi. (Al-Qurthubi, 16/224).
Pertanyaan: Apa makna Firman Allah, “Maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya”?

An-Naml Ayat 0 - 92

وَأَنۡ أَتۡلُوَاْ ٱلۡقُرۡءَانَۖ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهۡتَدِي لِنَفۡسِهِۦۖ

“Dan agar aku membacakan al-Qur`an,” yakni, aku akan terus membacakannya kepada manusia dengan mengulang-ulang dakwah dan bimbingan, karena al-Qur`an cukup untuk membimbing mereka ke jalan yang lurus. Ada yang berkata, Aku senantiasa membaca al-Qur`an agar tersingkap untukku hakikat-hakikatnya yang mengagumkan yang tersimpan di dalamnya sedikit demi sedikit. (Al-Alusi, 10/248).
Pertanyaan: Apa efek dari membaca al-Qur`an al-Karim secara kontinu?

An-Naml Ayat 0 - 92

وَمَن ضَلَّ فَقُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ٩٢

Yakni, nasibku sama dengan para rasul yang telah memperingatkan umat-umat mereka, mereka telah menunaikan risalah yang ditugaskan kepada mereka, mereka melaksanakan apa yang menjadi kewajiban mereka, sementara hisab umat-umat mereka kembali kepada Allah. (Ibnu Katsir, 3/366).
Pertanyaan: Apa kewajiban para pemberi peringatan terhadap orang-orang yang tersesat?

Al-Qasas Ayat 0 - 3

نَتۡلُواْ عَلَيۡكَ مِن نَّبَإِ مُوسَىٰ وَفِرۡعَوۡنَ بِٱلۡحَقِّ لِقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٣

Perkataan ini diarahkan kepada orang-orang yang beriman, pembicaraan diperuntukkan kepada mereka, di mana mereka memiliki iman yang membuat mereka berkenan untuk merenungkannya dan menerimanya, menimba pelajaran dari titik-titik nasihat, mereka bertambah iman, keyakinan dan kebaikan di samping kebaikan mereka. Adapun selain mereka, maka mereka tidak mengambil faidah darinya kecuali hanya sebatas menegakkan hujjah yang melawan mereka, Allah menjaganya dari mereka, menetapkan penghalang di antara mereka dengannya sehingga mereka tidak memahaminya. (As-Sa'di, 611).
Pertanyaan: Mengapa kisah ini dikhususkan bagi orang-orang Mukmin?

Al-Qasas Ayat 0 - 4

إِنَّ فِرۡعَوۡنَ عَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ

Firman Allah, “Telah berbuat sewenang-wenang di bumi.” menggambarkan kesewenang-wenangan Fir'aun di dunia, agar pelajaran dari kebinasaannya sesudah kesewenang-wenangannya menjadi pelajaran yang paling besar. (Ibnu Asyur, 20/66).
Pertanyaan: Mengapa kesewenang-wenangan Fir'aun dikatakan, “Di bumi.”?

Al-Qasas Ayat 0 - 4

إِنَّ فِرۡعَوۡنَ عَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلَ أَهۡلَهَا شِيَعٗا

Setiap golongan mengikuti sesuatu yang mendukungnya, namun mereka semuanya di bawah kekuasaannya, menaati perintahnya, mereka di bawahnya seperti kayu bakar yang dibelah oleh kapak, dia memecah belah mereka agar mereka tidak melawannya, sehingga mereka tidak bisa mewujudkan apa yang mereka inginkan darinya, kalimat mereka terpecah, sebagian dari mereka tidak melindungi sebagian yang lain, mereka melemah, maka kehidupan mereka selalu tertindas. (Al-Biqa'i, 14/240).
Pertanyaan: Di antara usaha musuh adalah memecah belah barisan umat, apa efek dari perpecahan terhadap kekuatan umat?

Al-Qasas Ayat 0 - 4

يُذَبِّحُ أَبۡنَآءَهُمۡ وَيَسۡتَحۡيِۦ نِسَآءَهُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٤

Hal itu ketika para dukun atau ahli nujum berkata kepadanya, “Akan ada anak laki-laki yang lahir dari Bani Israil yang menjadi sebab kebinasaan bagi kerajaanmu.” Atau dia bermimpi lalu mimpinya ditafsirkan demikian. Az-Zajjaj berkata, “Kedunguan yang menakjubkan. Dia tidak mengetahui bahwa bila dukun berkata benar maka membunuh tidak berguna, bila dukun berdusta maka tidak ada guna untuk membunuh.” (Al-Qurthubi, 16/230).
Pertanyaan: Sejauh mana kedunguan Fir'aun?