Quran
ﮧ
ﱌ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ٥٦ ٥٦ ﭣ
ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ٥٧ ٥٧ ﭫ
ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ٥٨ ٥٨ ﭳ ﭴ ﭵ
ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ
٥٩ ٥٩ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ
ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ
ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ٦٠ ٦٠
ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ
ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ
ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ٦١ ٦١ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ
ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ٦٢ ٦٢ ﯫ ﯬ ﯭ
ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ
ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ٦٣ ٦٣
۞فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوٓاْ ءَالَ لُوطٖ مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٥٦
Malapetaka bergantung kepada perkataan. Mereka berkata, “Usirlah Luth dan keluarganya dari negeri kalian; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci.” Makna perkataan mereka adalah kalianlah orang-orang yang kotor oleh noda perbuatan keji yang mengakibatkan turunnya azab atas negeri kalian dan keselamatan bagi siapa yang keluar darinya. (As-Sa'di, 607).
Pertanyaan: Perkataan kaum Luth menjadi sebab kebinasaan mereka. Jelaskan hal itu!
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ قَدَّرۡنَٰهَا مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ٥٧
Yakni, termasuk orang-orang yang binasa bersama kaumnya, karena dia membela kaumnya dan sejalan dengan kaumnya, sehaluan dengan mereka sama-sama rela terhadap perbuatan mereka yang keji, dialah yang membocorkan kedatangan tamu-tamu Luth kepada mereka agar mereka mendatanginya, namun dia tidak ikut berbuat keji bersama mereka, (Allah berbuat demikian) demi menjaga kehormatan NabiNya, Luth, bukan demi menjaga kehormatan istrinya. (Ibnu Katsir, 3/356).
Pertanyaan: Mengapa istri Luth termasuk yang binasa oleh azab dan pada perkara apa dia sama dengan kaumnya?
قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ وَسَلَٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَىٰٓۗ ءَآللَّهُ خَيۡرٌ أَمَّا يُشۡرِكُونَ ٥٩
Allah memerintahkannya agar pujian terhadap Allah dilanjutkan dengan mengucapkan salam kepada para rasul yang mendahuluinya demi menghargai usaha mereka yang berat dalam menyebarkan agama yang benar. (Ibnu Asyur, 20/6).
Pertanyaan: Mengapa perintah mengucapkan salam kepada para rasul hadir sesudah perintah memuji Allah?
أَمَّن جَعَلَ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارٗا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنۡهَٰرٗا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِيَ وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ حَاجِزًاۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٦١
Ini adalah pengaturan yang mencengangkan, kesempurnaan penciptaan yang luar biasa ini tidak diketahui kecuali dengan mengetahui bahwa bumi berenang di angkasa, bergerak setiap saat, sekalipun demikian ia terasa diam oleh penduduknya. Ini adalah pengaturan yang luar biasa, di samping nikmat dan rahmat. Seandainya bumi tidak tenang, niscaya manusia akan terus berguncang dan terombang-ambing, ini akan sangat melelahkan mereka dalam beraktivitas. (Ibnu Asyur, 20/13).
Pertanyaan: Bagaimana kita mengetahui besarnya pengaturan Allah terhadap bumi?
وَجَعَلَ بَيۡنَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ حَاجِزًاۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٦١
Aku jadikan di antara laut yang asin dan tawar pembatas yang membuat keduanya tidak bercampur, sehingga manfaat masing-masing dari keduanya akan hilang karenanya. (As-Sa'di, 608).
Pertanyaan: Mengapa Allah memisahkan kedua laut?
أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٦٢
Alasan dikabulkannya doa orang yang berada di dalam kesulitan adalah karena kesulitan tersebut menumbuhkan keikhlasan dan memutus ketergantungan kepada selain Allah, Allah telah mengabarkan bahwa Dia menjawab doa orang-orang yang ikhlas sekalipun mereka adalah orang-orang kafir. Allah berfirman, "Sehingga ketika kalian berada di dalam kapal, dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba da-tanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (Seraya berkata), “Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur." [Yunus: 22]. Allah berfirman, "Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)." [Al-Ankabut: 65]. Allah menjawab doa mereka manakala mereka memperlihatkan kebutuhan yang sangat dan keikhlasan mereka padahal Allah mengetahui bahwa mereka akan mengulangi syirik mereka. (Asy-Syaukani, 4/169).
Pertanyaan: Mengapa Allah mengabulkan doa orang yang dalam kesusahan walaupun dia kafir?
أَمَّن يُجِيبُ ٱلۡمُضۡطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكۡشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجۡعَلُكُمۡ خُلَفَآءَ ٱلۡأَرۡضِۗ أَءِلَٰهٞ مَّعَ ٱللَّهِۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٦٢
Allah menjamin menjawab doa orang yang dalam kesulitan manakala dia berdoa kepada Allah. Allah mengabarkan hal itu dari diriNya, sebabnya doa yang dia panjatkan kepada Allah berasal dari keikhlasan di mana hati tidak berharap kepada selainNya. Keikhlasan di sisi Allah mempunyai kedudukan dan tanggungan, dari orang Mukmin atau orang kafir, orang taat atau fajir. (Al-Qurthubi, 16/193).
Pertanyaan: Apa buah mengikhlaskan doa kepada Allah?