Quran
ﮦ
ﱋ
ﭜ ٨٥ ٨٥ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ٨٦ ٨٦ ﭥ ﭦ ﭧ
ﭨ ٨٧ ٨٧ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ٨٨ ٨٨ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ
ﭶ ٨٩ ٨٩ ﭸ ﭹ ﭺ ٩٠ ٩٠ ﭼ ﭽ ﭾ
٩١ ٩١ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ٩٢ ٩٢ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ
ﮌ ﮍ ٩٣ ٩٣ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ٩٤ ٩٤ ﮔ ﮕ
ﮖ ٩٥ ٩٥ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ٩٦ ٩٦ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ
ﮡ ﮢ ٩٧ ٩٧ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ٩٨ ٩٨ ﮩ ﮪ ﮫ
ﮬ ٩٩ ٩٩ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ١٠٠ ١٠٠ ﯔ ﯕ ﯖ ١٠١ ١٠١ ﯘ
ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ١٠٢ ١٠٢ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ
ﯧ ﯨ ١٠٣ ١٠٣ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ١٠٤ ١٠٤ ﯰ
ﯱ ﯲ ﯳ ١٠٥ ١٠٥ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ١٠٦ ١٠٦
ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ١٠٧ ١٠٧ ﰂ ﰃ ﰄ ١٠٨ ١٠٨ ﰆ ﰇ
ﰈ ﰉ ﰊ ﰋ ﰌ ﰍ ﰎ ﰏ ﰐ ﰑ ١٠٩ ١٠٩ ﰓ ﰔ
ﰕ ١١٠ ١١٠ ﰗ ﰘ ﰙ ﰚ ﰛ ﰜ ١١١ ١١١
وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٨٤
Pujian, kedudukan yang baik lagi abadi dengan kesepakatan para ulama tafsir. (Ibnu Athiyyah, 4/235).
Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan buah tutur yang baik?
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩
Harta tidak berguna sama sekali kecuali apa yang diinfakkan di jalan Allah. (Ibnu Juzay, 2/119).
Pertanyaan: Kapan harta itu berguna bagi seorang hamba pada Hari Kiamat?
إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩
Hati disebutkan secara khusus, karena jika ia sehat, maka baiklah anggota tubuh lainnya, jika ia rusak maka rusaklah anggota tubuh lainnya. (Al-Qurthubi, 16/44).
Pertanyaan: Mengapa ayat ini menyebutkan hati secara khusus?
وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ ٩٥
Anak keturunan Iblis, setiap orang yang mengikuti Iblis, karena mereka adalah bala tentara dan kaki tangannya. (Ibnu Athiyyah, 4/236).
Pertanyaan: Kapan seseorang menjadi bala tentara Iblis?
فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ ١٠٠ وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ ١٠١
Qatadah berkata, “Demi Allah, mereka mengetahui bahwa teman yang shalih itu berguna, rekan yang dekat membantu.” (Ibnu Katsir, 3/329).
Pertanyaan: Bagaimana ayat ini mendorong seseorang untuk memilih teman yang shalih?
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ
Saudara mereka senasab. Allah mengutus para rasul dari nasab kaum-nya agar mereka tidak menolak untuk mengikutinya, karena mereka mengetahui hakikatnya, sehingga mereka tidak perlu mencari tahu tentangnya. (As-Sa'di, 594).
Pertanyaan: Mengapa Allah mengutus para rasul dari garis keturunan kaumnya?
قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ ١١١
Ini menunjukkan kesombongan mereka di depan kebenaran, kebo-dohan mereka terhadap hakikat perkara, seandainya tujuan mereka adalah kebenaran, niscaya mereka akan berkata, -kalau mereka melihat ada kejanggalan dalam dakwahnya-, “Jelaskanlah kebenaran yang kamu bawa dengan cara-cara yang menyampaikannya kepadanya.” (As-Sa'di, 594).
Pertanyaan: Bagaimana ayat ini menunjukkan kesombongan mereka di depan kebenaran?