Quran
ﮢ
ﱉ
ﭝ ٦ ٦ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ
ﭪ ٧ ٧ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ
ﭶ ﭷ ﭸ ٨ ٨ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ
ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ٩ ٩ ﮌ
ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ١٠ ١٠ ﮖ ﮗ
ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ
ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ
ﮯ ﮰ ﮱ ١١ ١١ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ
ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ١٢ ١٢ ﯤ ﯥ
ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ١٣ ١٣
ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ
ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ١٤ ١٤ ﰃ ﰄ
ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ﰉ ﰊ ﰋ ﰌ ﰍ ﰎ ﰏ
ﰐ ﰑ ﰒ ﰓ ﰔ ﰕ ﰖ ﰗ ﰘ ١٥ ١٥
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِي ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَلَا هُدٗى وَلَا كِتَٰبٖ مُّنِيرٖ ٨
Dia tidak memiliki ilmu yang mendasar, tidak pula ilmu hasil dari kajian dan penelitian dan tidak juga ilmu wahyu. Dia bodoh murni dari segala sisi. (Asy-Syinqithi, 4/280).
Pertanyaan: Kapan seseorang boleh berdialog atau berdebat?
ثَانِيَ عِطۡفِهِۦ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۖ لَهُۥ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞۖ
Kerendahan, sebagaimana dia menyombongkan diri di hadapan ayat-ayat Allah, maka Allah menimpakan kehinaan atasnya di dunia, Allah menghukumnya di dunia sebelum akhirat, karena ia adalah puncak ilmu dan keinginannya. (Ibnu Katsir, 3/203).
Pertanyaan: Mengapa balasan orang yang menyombongkan diri dari al-Qur`an adalah dihinakan dan mengapa kehinaan atasnya di dunia?
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعۡبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرۡفٖۖ فَإِنۡ أَصَابَهُۥ خَيۡرٌ ٱطۡمَأَنَّ بِهِۦۖ وَإِنۡ أَصَابَتۡهُ فِتۡنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةَۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ ١١
Ayat ini turun pada orang-orang Arab pedalaman, seseorang dari mereka masuk Islam, bila dia mendapatkan harta dan anak-anak yang membahagiakannya, dia berkata, “Ini adalah agama yang baik.” Bila sebaliknya, dia merasa sial dan murtad dari Islam. (Ibnu Juzay, 2/50).
Pertanyaan: Apa pendapatmu tentang orang yang masuk Islam hanya untuk mendapatkan keuntungan dunia saja?
خَسِرَ ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةَۚ
Kerugian di dunia, murtad tidak mewujudkan harapannya karenanya dia menjadikannya sebagai modalnya untuk meraih apa yang dia sangka didapatkannya, maka usahanya sia-sia dan hanya mendapatkan apa yang dibagikan untuknya. (As-Sa'di, 535).
Pertanyaan: Apa sisi kerugian murtad di dunia?
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعۡبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرۡفٖۖ فَإِنۡ أَصَابَهُۥ خَيۡرٌ ٱطۡمَأَنَّ بِهِۦۖ وَإِنۡ أَصَابَتۡهُ فِتۡنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ
Di antara manusia ada orang yang lemah imannya, iman tidak masuk ke dalam hatinya, tidak merasuki relungnya, tetapi iman masuk karena takut atau karena kebiasaan dalam bentuk tidak kuat menghadapi ujian. (As-Sa'di, 534).
Pertanyaan: Apa yang membuat iman seseorang lemah dan terancam lenyap?
يَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُۥ وَمَا لَا يَنفَعُهُۥۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَٰلُ ٱلۡبَعِيدُ ١٢ يَدۡعُواْ لَمَن ضَرُّهُۥٓ أَقۡرَبُ مِن نَّفۡعِهِۦۚ لَبِئۡسَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَلَبِئۡسَ ٱلۡعَشِيرُ ١٣
“Dia menyeru kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya.” Mengandung dua sisi musykil. Pertama, dari sisi makna, di mana dinyatakan bahwa berhala tidak mendatangkan mudarat dan manfaat, kemudian dinyatakan bahwa mudaratnya lebih dekat kepada manfaatnya, ayat menafikan mudarat namun kemudian menetapkannya. Jawabannya adalah bahwa mudarat yang dinafikan di awal adalah mudarat yang datang dari perbuatannya, maksudnya berhala itu tidak bisa berbuat apa pun, sedangkan mudarat yang kedua adalah azab dan lainnya yang disebabkan oleh penyembahan ke-padanya. (Ibnu Juzay, 2/51).
Pertanyaan: Bagaimana ayat menyatakan bahwa berhala tidak men-datangkan mudarat dan manfaat lalu menyatakan bahwa mudaratnya lebih dekat daripada manfaatnya?
يَدۡعُواْ لَمَن ضَرُّهُۥٓ أَقۡرَبُ مِن نَّفۡعِهِۦۚ لَبِئۡسَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَلَبِئۡسَ ٱلۡعَشِيرُ ١٣
Karena penolong adalah yang mendatangkan manfaat bagi siapa yang ditolongnya, kawan adalah orang yang mendatangkan manfaat untuk kawanya, apabila manfaat tersebut tidak bisa dia datangkan walaupun sesekali, maka ia menjadi kekurangan dan mengundang celaan, lalu bagaimana bila selalu dan senantiasa, maka dia adalah seburuk-buruk penolong. (Ibnu Asyur, 17/216).
Pertanyaan: Mengapa berhala adalah seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan?