Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٥ ٥

٦ ٦


٧ ٧
ﭿ ٨ ٨
٩ ٩


١٠ ١٠

١١ ١١

١٢ ١٢

١٣ ١٣


١٤ ١٤


ﯿ ١٥ ١٥
294
Al-Kahf Ayat 0 - 6

فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ إِن لَّمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَسَفًا ٦

Di dalam ayat ini dan yang sepertinya terkandung pelajaran, bahwa orang yang diperintahkan untuk berdakwah mengajak manusia kepada Allah hanya diperintahkan menyampaikan dan berusaha melalui berbagai sebab yang menyampaikan kepada hidayah, menutup segala jalan kesesatan dan penyimpangan sebisa mungkin, di samping bertawakal kepada Allah dalam hal ini. Apabila mereka mendapatkan petunjuk, maka itulah yang diharapkan, bila tidak maka tidak usah berduka dan bersedih, karena hal itu hanya akan melemahkan jiwa dan membuang-buang potensi kekuatan, tidak ada faidahnya, dia harus tetap berjalan menunaikan tugasnya dan fokus kepadanya, dan apa yang selainnya adalah di luar kesanggupannya. (As-Sa'di, 470).
Pertanyaan: Ayat mengandung petunjuk dakwah yang mulia. Jelaskan!

Al-Kahf Ayat 0 - 8

إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةٗ لَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗا ٧

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya.” Yakni, apa yang cocok untuk menghiasi seperti pakaian dan makanan, pepohonan dan sungai-sungai, dan lainnya, “untuk Kami uji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya,” yakni, agar Kami menguji mereka siapa dari mereka yang paling zuhud terhadap kesenangan dunia. (Ibnu Juzay, 1/502).
Pertanyaan: Allah menghiasi bumi dengan berbagai macam perhiasan karena hikmah mendalam. Apa saja itu?

Al-Kahf Ayat 0 - 10

أَمۡ حَسِبۡتَ أَنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡكَهۡفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُواْ مِنۡ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا ٩ إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا ١٠

Ini memalingkan akal orang-orang yang bertanya dari menyibukkan diri dengan hal-hal yang aneh dalam kisah, kepada sesuatu yang lebih laik bagi mereka, yaitu mengambil apa yang terkandung di dalamnya berupa nasihat, pelajaran dan yang sepertinya. Karena itu Allah memulai menyebutkan keadaan mereka dengan firmanNya, “(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, 'Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami'.” (Ibnu Asyur, 15/259).
Pertanyaan: Nasihat dan pelajaran dari kisah ini lebih patut diperhatikan daripada hal-hal ajaib padanya. Jelaskan argumentasinya melalui pemaparan kisah Ashhabul Kahfi!

Al-Kahf Ayat 0 - 10

إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا ١٠

Ayat ini secara nyata menetapkan "melarikan diri" demi menyelamatkan agama, meninggalkan keluarga, anak-anak, kerabat, teman dan negeri serta harta benda demi menyelamatkan agama dari fitnah. Nabi keluar meninggalkan Mekkah menuju Madinah untuk menyelamatkan agama. Demikian juga sahabat-sahabat beliau, mereka meninggalkan negeri mereka, tanah kelahiran mereka, keluarga mereka, anak-anak mereka, kerabat-kerabat dan saudara-saudara mereka demi menyela-matkan agama dan menghindari fitnah orang-orang kafir. (Al-Qur-thubi, 13/216).
Pertanyaan: Apakah seorang Mukmin harus meninggalkan negerinya bila agamanya terancam atau tetap berada di negerinya dengan resiko agamanya akan menjadi korban?

Al-Kahf Ayat 0 - 13

إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَٰهُمۡ هُدٗى ١٣

Allah menyatakan bahwa mereka adalah para pemuda, dan mereka lebih bisa menerima kebenaran dan lebih baik jalannya dibandingkan para orang tua yang telah tenggelam dalam agama kebatilan. Karena itu kebanyakan orang-orang yang mengikuti seruan Allah dan RasulNya adalah anak-anak muda. Adapun para tetua Quraisy maka mereka tetap memegang agama mereka dan tidak masuk Islam hanya beberapa orang saja dari mereka. (Ibnu Katsir, 3/72).
Pertanyaan: Dalam fase umur apa manusia relatif lebih bisa menerima kebenaran?

Al-Kahf Ayat 0 - 14

وَرَبَطۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ

Yakni, dengan kesabaran dan keteguhan. Kami juga menguatkan mereka dengan cahaya iman sehingga mereka mampu meninggalkan kampung halaman mereka, berpisah dengan apa yang mereka miliki berupa kehidupan yang tenang dan nyaman, mereka lari menyelamatkan agama mereka ke dalam gua. (Al-Baghawi, 3/17).
Pertanyaan: Bagaimana Allah meneguhkan hati Ashhabul Kahfi?

Al-Kahf Ayat 0 - 14

وَرَبَطۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ

Meneguhkan hati adalah lawan dari menelantarkannya, karena menelantarkan ibarat melepaskan taufik, sehingga dia lalai dari mengingat Tuhannya dan mengikuti hawa nafsunya, urusannya tercerai berai. Sedangkan meneguhkan hati adalah menguatkannya dan mengikatnya dengan ikatan taufik, maka dia selalu mengingat Tuhannya, mengikuti keridhaanNya dan kekuatannya menyatu padu. (Ibnul Qayyim, 2/157).
Pertanyaan: Jelaskan perbedaan antara meneguhkan hati dan menelantarkannya melalui ayat ini!