Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



٦ ٦


٧ ٧
ﭿ
٨ ٨

٩ ٩


١٠ ١٠



١١ ١١

١٢ ١٢


ﯿ ١٣ ١٣
250
Ar-Ra'd Ayat 0 - 6

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغۡفِرَةٖ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلۡمِهِمۡۖ

Kebaikan, karunia dan anugerah Allah senantiasa mengucur kepada manusia, sementara keburukan dan kejahatan mereka terus naik kepadaNya. Mereka mendurhakaiNya sementara Dia mengundang mereka ke gerbang ampunanNya, karena Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri. Jika mereka tidak bertaubat, maka Allah mengobati mereka, dengan cara menguji mereka dengan berbagai musibah untuk menyucikan mereka dari kekurangan-kekurangan. (As-Sa'di, 413-414).
Pertanyaan: Kebaikan dan ampunan Allah terus melimpah kepada manusia, padahal manusia selalu berbuat zhalim. Jelaskan!

Ar-Ra'd Ayat 0 - 6

وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغۡفِرَةٖ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلۡمِهِمۡۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٦

Yakni, Allah adalah Pemilik maaf dan ampunan, menutupi kesalahan manusia padahal mereka berbuat zhalim, melakukan kesalahan siang dan malam. Kemudian Allah menyandingkan ketetapan ini dengan informasi bahwa Dia adalah pemilik hukuman yang keras agar hamba tetap seimbang antara harapan dan ketakutan. (Ibnu Katsir, 3/483).
Pertanyaan: Apa faidah disebutkannya ampunan Allah dan hukumanNya dalam satu konteks?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 11

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ

Mujahid berkata, “Tidak ada seorang manusia pun kecuali ada malaikat yang ditugaskan padanya, yang menjaganya saat tidur dan bangun dari jin, manusia dan hewan berbisa, kecuali bila Allah telah menakdirkannya, maka ia akan menimpanya.” Ka'ab al-Ahbar berkata, “Seandainya Allah tidak menugaskan para malaikat untuk melindungi kalian, baik di tempat makan, tempat minum, dan aurat kalian, niscaya jin akan menculik kalian." (Al-Baghawi, 2/515).
Pertanyaan: Jelaskan salah satu buah dari berimannya seorang Muslim kepada malaikat dan tugas yang diserahkan kepada mereka?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 11

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٞ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ

Di antara faidah keberadaan malaikat-malaikat hafazhah (para pencatat amal), bila seorang hamba mengetahui bahwa para malaikat hadir padanya, menulis amal-amalnya, maka hal itu lebih menahan keinginan hamba untuk berbuat mak-siat, seperti seseorang yang berada di antara orang-orang mulia, para petugas raja yang mengawasinya, tidak terbetik di pikirannya untuk berbuat pelanggaran. (Al-Alusi, 13/143).
Pertanyaan: Apabila seorang hamba merasakan kehadiran malaikat-malaikat pada dirinya, lalu apa efeknya terhadap perilakunya?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 11

وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ سُوٓءٗا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ ١١

“Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum,” yakni, azab atau kebinasaan, “maka tidak ada yang dapat menolaknya,” yakni, tidak ada yang menghalanginya, “dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia,” yakni, mereka tidak memiliki tempat untuk berlindung kepadanya kecuali Allah. (Al-Baghawi, 2/518).
Pertanyaan: Bisakah seseorang lari dari azab Allah?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 13

هُوَ ٱلَّذِي يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ ١٢ وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعۡدُ بِحَمۡدِهِۦ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ مِنۡ خِيفَتِهِۦ وَيُرۡسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ وَهُمۡ يُجَٰدِلُونَ فِي ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلۡمِحَالِ ١٣

Apabila hanya Allah yang mengirimkan awan dan menurunkan hujan untuk hamba-hambaNya, yang merupakan sumber rizki mereka, Dia-lah yang mengatur segala urusan, semua makhluk yang besar yang ditakuti dan mengganggu manusia, dan Dia Pemilik kekuatan yang sangat besar, maka hanya Allah semata yang berhak untuk disembah, tidak ada sekutu bagiNya. (As-Sa'di, 415).
Pertanyaan: Kekuatan di alam semesta ini tunduk kepada Allah, Allah yang mengatur mereka semuanya. Apa faidah yang diambil oleh seorang Muslim dari hal itu?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 12

هُوَ ٱلَّذِي يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ ١٢

Karena takut disambar halilintar dan berharap turunnya hujan. Dari Abdullah bin az-Zubair, "Bahwa bila dia mendengar guruh, maka dia diam lalu mengucapkan, 'Mahasuci Allah yang guruh dan malaikat-malaikat bertasbih menyucikanNya karena takut kepadaNya.' Dia berkata, 'Ini adalah ancaman keras untuk penduduk bumi".” (Al-Baghawi, 2/518).
Pertanyaan: Jelaskan apa yang dilakukan oleh as-Salaf saat mendengar petir atau kilatan halilintar!