Quran
ﮔ
ﱂ
ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ
ﭧ ﭨ ﭩ ٧٠ ٧٠ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ
ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ٧١ ٧١ ﭺ ﭻ
ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ
ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ
ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ
ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ
ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ٧٢ ٧٢ ﮫ
ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ
ﯗ ﯘ ﯙ ٧٣ ٧٣ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ
ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ
ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ٧٤ ٧٤ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ
ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ
ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ٧٥ ٧٥
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَيۡءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْۚ وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوۡمِۢ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَهُم مِّيثَٰقٞۗ
Ibnul Arabi berkata, “Kecuali bila mereka adalah tawanan yang lemah, maka pertolongan kepada mereka tetap berlaku, membantu mereka adalah kewajiban sehingga tidak ada dari kita yang memicingkan mata, sehingga kita berangkat untuk menyelamatkan mereka bila kita memiliki kekuatan untuk itu, atau kita mengeluarkan seluruh harta kita untuk membebaskan mereka sampai tidak tersisa satu dirham pun. Demikian yang Malik dan seluruh ulama katakan, maka inna lillahi wa inna ilahi raji’un atas apa yang menimpa kaum Muslimin yang membiarkan saudara mereka tertawan oleh musuh sementara mereka memiliki harta kekayaan dan kelapangan hidup, kemampuan orang dan perlengkapan serta kekuatan. (Al-Qurthubi, 10/347).
Pertanyaan: Jelaskan kewajiban syar’i atas kita kepada tawanan kaum Muslimin yang lemah!
وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوۡمِۢ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَهُم مِّيثَٰقٞۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٧٢
“Dan Allah Maha melihat apa yang kalian kerjakan.” Ini peringatan bagi kaum Muslimin agar kasih sayang mereka kepada kaum Muslimin yang lain tidak mendorong mereka untuk memerangi orang-orang yang di antara mereka dengan kaum Muslimin terdapat perjanjian. Peringatan ini menunjukkan pentingnya urusan memenuhi janji, dan bahwa hanya perkara yang nyata yang menyelisihinya saja yang bisa membatalkannya. (Ibnu Asyur, 10/78).
Pertanyaan: Apa faidah ditutupnya ayat dengan “Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.”?
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٞ كَبِيرٞ ٧٣
Allah memutuskan hubungan tolong menolong antara orang-orang kafir dengan orang-orang Mukmin dan menetapkannya orang-orang Mukmin, sebagian merupakan penolong bagi sebagian lainnya, dan sebagian orang-orang kafir adalah penolong bagi sebagian lainnya. (Al-Qurthubi, 10/87).
Pertanyaan: Apa bahaya hilangnya asas wala` (loyalitas) dan bara` (anti) dari kehidupan kaum Muslimin?
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٞ كَبِيرٞ ٧٣
Yakni, pada setiap orang kafir terdapat kekuatan wala` terhadap orang kafir lainnya dalam memusuhi kalian dan kecenderungan besar yang mengajak mereka untuk bergegas melaksanakan hal itu -sekalipun permusuhan sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain keras- karena kalian adalah satu golongan dan mereka adalah golongan yang berbeda, mereka disatukan oleh ajakan-ajakan setan berdasarkan kriteria kekufuran sebagaimana kalian disatukan oleh ajakan-ajakan ar-Rahman dengan kriteria iman. (Al-Biqa'i, 3/252).
Pertanyaan: Atas dasar apa sebagian orang kafir berwala` dengan sebagian orang kafir lainnya sekalipun mereka berbeda-beda dalam agama mereka?
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٞ كَبِيرٞ ٧٣
“Jika kalian tidak melaksanakan,” yakni, kalian tidak loyal kepada orang-orang Mukmin dan tidak anti dari orang-orang kafir, “niscaya terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” Hal itu akan melahirkan keburukan yang tidak terbatas, berupa bercampurnya kebenaran dengan kebatilan, Mukmin dengan kafir, hilangnya banyak ibadah besar seperti jihad dan hijrah dan maksud-maksud syariat dan agama lainnya jika orang-orang Mukmin tidak berwala` kepada sesama orang-orang Mukmin. (As-Sa'di, 328).
Pertanyaan: Jelaskan sebagian dari bentuk fitnah yang timbul akibat tidak memusuhi orang-orang kafir!
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَواْ وَّنَصَرُوٓاْ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ
Karena mereka telah membuktikan iman mereka dengan apa yang mereka lakukan berupa hijrah, menolong agama Allah, sebagian dari mereka berwala` kepada sebagian lainnya, berjihad melawan musuh-musuh Allah dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang munafik. (As-Sa'di, 328).
Pertanyaan: Apa sifat-sifat orang-orang Mukmin sejati?
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنۢ بَعۡدُ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ مَعَكُمۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ مِنكُمۡۚ وَأُوْلُواْ ٱلۡأَرۡحَامِ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلَىٰ بِبَعۡضٖ فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِۚ
Loyalitas karena keimanan ini memiliki peranan besar dan urusan agung, hingga Nabi mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar secara khusus di samping persaudaraan iman yang umum sehingga mereka saling mewarisi, hingga Allah menurunkan, “Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah.” Selanjutnya hanya kerabat yang mewarisi. (As-Sa'di, 328).
Pertanyaan: Sebutkan gambaran di awal Islam yang menunjukkan pentingnya wala` di antara orang-orang Mukmin!