Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

١٢١ ١٢١ ١٢٢ ١٢٢


١٢٣ ١٢٣

١٢٤ ١٢٤
١٢٥ ١٢٥ ﭿ

١٢٦ ١٢٦


١٢٧ ١٢٧


١٢٨ ١٢٨



١٢٩ ١٢٩

١٣٠ ١٣٠
165
Al-A'raf Ayat 0 - 123

إِنَّ هَٰذَا لَمَكۡرٞ مَّكَرۡتُمُوهُ فِي ٱلۡمَدِينَةِ

Nabi Musa tidak mnegenal seorang pun dari mereka, tidak pernah melihatnya dan tidak pernah bertemu dengannya. Fir'aun mengetahui hal itu, dia berkata demikian untuk mengelabui rakyatnya yang bodoh, sebagaimana Allah berfirman, “Fir'aun mempengaruhi kaumnya dan mereka pun menaatinya,” [Az-Zukhruf: 54], karena suatu kaum yang membenarkan Fir'aun dalam kata-katanya, “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi.” [An-Nazi’at: 24] termasuk orang-orang yang paling bodoh dan paling sesat. (Ibnu Katsir, 2/228).
Pertanyaan: Apa maksud Fir'aun dari ucapannya, “Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kalian rencanakan di kota ini.”?

Al-A'raf Ayat 0 - 125

قَالُوٓاْ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ ١٢٥

Dan azab Allah lebih keras dibandingkan azabmu, hukumanNya atas apa yang kamu mengajak kami kepadanya pada hari ini dan kamu paksa kami di atasnya, yaitu sihir, lebih besar daripada hukumanmu. Kami akan bersabar pada hari ini atas siksamu agar kami selamat dari azab Allah. (Ibnu Katsir, 2/228).
Pertanyaan: Apa yang mendorong para penyihir untuk beriman dan teguh di atas agama Allah?

Al-A'raf Ayat 0 - 126

وَمَا تَنقِمُ مِنَّآ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتۡنَاۚ

Atha` berkata, “Kami tidak melakukan dosa kepadamu sehingga karenanya kamu bisa menyiksa kami, “melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami.” (Al-Baghawi, 2/138).
Pertanyaan: Apa dosa orang-orang yang beriman sehingga orang-orang yang me-nyombongkan diri memusuhi mereka?

Al-A'raf Ayat 0 - 126

رَبَّنَآ أَفۡرِغۡ عَلَيۡنَا صَبۡرٗا

Yakni, kesabaran yang besar sebagaimana yang ditunjuk oleh kata yang hadir dalam bentuk nakirah (nondefinitif), karena ini adalah ujian yang besar yang bisa melenyapkan nyawa, maka ia memerlukan kesabaran yang besar untuk meneguhkan hati dan orang beriman tetap tenang dengan imannya dan kegoncangan besar akan terkikis. (As-Sa'di, 300).
Pertanyaan: Mengapa para penyihir sesudah mereka beriman meminta kepada Allah agar menuangkan kesabaran yang besar kepada mereka?

Al-A'raf Ayat 0 - 126

رَبَّنَآ أَفۡرِغۡ عَلَيۡنَا صَبۡرٗا وَتَوَفَّنَا مُسۡلِمِينَ ١٢٦

Berilah kami kekuatan untuk memikul ancaman Fir'aun terhadap kami. Karena ancaman Fir'aun adalah ancaman yang sangat berat, maka para penyihir itu meminta kepada Allah  agar menjadikan jiwa mereka sabar dan teguh, di luar kebiasaan, karena kata اَلْإِفْرَاغ artinya adalah menuang isi bejana seluruhnya…. Mereka berdoa untuk diri mereka agar Allah mewafatkan mereka di atas Islam untuk menunjukkan bahwa mereka tidak berhasrat untuk hidup, tidak mempedulikan ancaman Fir'aun, dan bahwa keinginan mereka hanyalah kehidupan akhirat, meraih apa yang ada di sisi Allah. Ini menghinakan Fir'aun, dan ancamannya menjadi sia-sia belaka. (Ibnu Asyur, 9/56).
Pertanyaan: Bila iman bersemayam di dalam hati, maka akhirat lebih utama dibandingkan dunia. Jelaskan hal ini melalui ayat ini!

Al-A'raf Ayat 0 - 129

قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يُهۡلِكَ عَدُوَّكُمۡ وَيَسۡتَخۡلِفَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرَ كَيۡفَ تَعۡمَلُونَ ١٢٩

Nabi Musa berkata "Semoga," (yang merupakan) kata pengharapan bukan kepastian sebagai bentuk sopan santun kepada Allah, menepis sikap bersandar kepada usaha mereka, agar mereka bertambah dalam urusan takwa dan mengharapkan ridha dan kemenangan Allah. (Ibnu Asyur, 9/62).
Pertanyaan: Mengapa Musa memiliki kata semoga yang menunjukkan harapan bukan kata yang pasti di dalam ayat yang mulia?

Al-A'raf Ayat 0 - 130

وَلَقَدۡ أَخَذۡنَآ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ١٣٠

بِالسِّنِيْنَ artinya kekeringan dan kemarau. Orang-orang Arab berkata, مَسَّتْهُمُ السَّنَةُ artinya mereka ditimpa kekeringan setahun dan kesulitan setahun. Ada yang berkata, Maksud اَلسِّنِيْن adalah kekeringan tahun demi tahun, "dan kekurangan buah-buahan," akibat panen yang gagal karena hama. Qatadah berkata, “Kekeringan untuk penduduk pedalaman, sedangkan kekurangan buah-buahan adalah untuk penduduk kota.” "Agar mereka mengambil pelajaran," yakni, mengambil ibrah, karena kesulitan bisa melunakkan hati dan membuat hati berharap kepada apa yang ada di sisi Allah. (Al-Baghawi, 2/139).
Pertanyaan: Apa hikmah dari ujian dan bala` atas hamba?