Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٩٤ ٩٤


٩٥ ٩٥

ﭿ
٩٦ ٩٦



٩٧ ٩٧

٩٨ ٩٨

٩٩ ٩٩


١٠٠ ١٠٠


١٠١ ١٠١
15
Al-Baqarah Ayat 0 - 94

قُلۡ إِن كَانَتۡ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةٗ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٩٤

Karena siapa yang yakin dirinya termasuk penghuni surga, maka kematian lebih dia cintai daripada kehidupan di dunia ini, karena dia mendapatkan nikmat surga dan terbebas dari beban berat hidup di dunia. (Al-Qurthubi, 2/257).
Pertanyaan: Kenapa Allah memerintahkan orang-orang Yahudi untuk mengharapkan kematian?

Al-Baqarah Ayat 0 - 94

قُلۡ إِن كَانَتۡ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةٗ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٩٤

Karena hal itu merupakan tanda baiknya keadaan seorang hamba dengan Tuhannya, kedekatan hubungannya denganNya, harapannya untuk berjumpa denganNya. Maka seberapa besar kadar keengganan jiwa kepada kematian, sebesar itu pula lemahnya hati dari pengetahuan yang membuatnya merasa tenteram kepada Tuhannya, maka dia pun berharap dan menginginkan perjumpaan denganNya. Barangsiapa mencintai perjumpaan dengan Allah, maka Allah mencintai perjumpaan dengannya. Barangsiapa membenci perjumpaan denganNya, maka Allah membenci berjumpa dengannya. (Al-Biqa’i, 1/200).
Pertanyaan: Harapan perjumpaan dengan Allah menunjukkan apa?

Al-Baqarah Ayat 0 - 96

وَلَتَجِدَنَّهُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٖ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةٖ وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ٩٦

Allah mencela mereka karena kegigihan mereka untuk tetap hidup di dunia ini dalam kondisi apa pun, walaupun dalam kondisi yang paling buruk, karena mereka mengetahui bahwa apa yang sesudah kematian adalah lebih buruk bagi mereka. (Al-Biqa’i, 1/202).
Pertanyaan: Mengapa mereka itu sangat gigih untuk tetap hidup di dunia ini dalam keadaan apa pun?

Al-Baqarah Ayat 0 - 96

وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ٩٦

“Tidak akan menjauhkan mereka dari azab,” tidak menyelamatkan mereka dari api neraka. “Umur panjang itu,” yakni, lamanya hidup tidak mengentaskannya. (Al-Baghawi, 1/79).
Pertanyaan: Apakah panjang umur dapat menyelamatkan seorang hamba dari azab Allah?

Al-Baqarah Ayat 0 - 97

قُلۡ مَن كَانَ عَدُوّٗا لِّـجِبۡرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلۡبِكَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِ

Allah mengkhususkan hati, karena ia adalah wadah ilmu dan akal serta penerima pengetahuan. (Al-Qurthubi, 2/262).
Pertanyaan: Apa yang menunjukkan pentingnya hati dan besarnya kedudukannya?

Al-Baqarah Ayat 0 - 98

فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوّٞ لِّلۡكَٰفِرِينَ ٩٨

Barangsiapa memusuhi wali (kekasih) Allah, maka dia memusuhi Allah, barangsiapa memusuhi Allah, maka Allah memusuhinya, barangsiapa dimusuhi Allah, maka dia merugi di dunia dan akhirat. (Ibnu Katsir, 1/127).
Pertanyaan: Apa bahaya memusuhi wali-wali Allah?

Al-Baqarah Ayat 0 - 101

وَلَمَّا جَآءَهُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٞ لِّمَا مَعَهُمۡ نَبَذَ فَرِيقٞ مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَرَآءَ ظُهُورِهِمۡ كَأَنَّهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ١٠١

Sufyan bin Uyainah berkata, “Mereka membungkusnya dengan kain sutra tipis dan tebal, mereka menghiasinya dengan emas dan perak, tetapi mereka tidak mengamalkannya. Itulah maksud dari melemparkannya.” (Al-Baghawi, 1/82).
Pertanyaan: Apa makna sebenarnya dari memuliakan Kitab Allah dan apa makna sebenarnya dari melemparkannya?