Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﰿ


٢٨ ٢٨

٢٩ ٢٩

ﭿ
٣٠ ٣٠


٣١ ٣١


٣٢ ٣٢

٣٣ ٣٣



٣٤ ٣٤
ﯿ

٣٥ ٣٥
131
Al-An'am Ayat 0 - 28

بَلۡ بَدَا لَهُم مَّا كَانُواْ يُخۡفُونَ مِن قَبۡلُۖ وَلَوۡ رُدُّواْ لَعَادُواْ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ ٢٨

Kesyirikan yang mereka ingkari tampak nyata bagi mereka, mereka berkata, “Demi Allah ya Tuhan kami, kami bukanlah orang-orang yang musyrik.” [Al-An’am: 23]. Maka Allah membuat anggota tubuh mereka berbicara, ia bersaksi membantah mereka bahwa mereka di atas kekafiran. (Al-Qurthubi, 8/354).
Pertanyaan: Apa yang mereka sembunyikan sebelumnya dan bagaimana ia tampak bagi mereka?

Al-An'am Ayat 0 - 32

وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٞ وَلَهۡوٞۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٣٢

Hakikat kehidupan dunia adalah main-main dan senda gurau; main-main pada tubuh dan senda gurau dalam hati. Hati terpesona kepadanya dan jiwa sangat menggandrunginya, sedangkan pikiran padanya bercabang-cabang dan tersibukkan olehnya, seperti per-mainan anak-anak. Adapun kehidupan akhirat, maka ia “lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa,” baik dzat maupun sifatnya, kelangsungan dan kelanggengannya, di sana ada apa-apa yang diinginkan oleh jiwa, dinikmati oleh mata, berupa kenikmatan hati dan jiwa. Kebahagiaan dan suka citanya banyak, namun ia bukan untuk semua orang, ia hanya untuk orang-orang yang bertakwa yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-laranganNya. (As-Sa'di, 253-253).
Pertanyaan: Sebutkan dua perbedaan kesenangan dunia dengan kenikmatan akhirat!

Al-An'am Ayat 0 - 32

وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٞ وَلَهۡوٞۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ٣٢

Bukan termasuk main-main(اَللَّعْبُ) dan senda gurau bila ia demi kehidupan akhirat, karena hakikat main-main adalah sesuatu yang tidak bermanfaat, sedangkan senda gurau (اَللَّهْوُ) adalah sesuatu yang melalaikan. Karena itu, sesuatu yang tujuannya adalah akhirat tidak tercakup ke dalamnya. Ibnu Abbas berkata, “Ini adalah hidup orang kafir, karena dia menghabiskannya dalam ketertipuan dan kebatilan, adapun hidup seorang Mukmin, maka ia mengandung amal-amal shalih, sehingga ia bukan main-main dan senda gurau.” (Al-Qurthubi, 8/361).
Pertanyaan: Apakah semua yang ada di dalam hidup ini main-main dan senda gurau?

Al-An'am Ayat 0 - 33

فَإِنَّهُمۡ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ ٣٣

Allah menafikan "mendustakan" dari mereka dan menetapkan pengingkaran, dan sudah dimaklumi bahwa mendustakan dengan lisan tidak dinafikan dari mereka, maka diketahui bahwa Allah menafikan pendustaan hati dari mereka. (Ibnu Taimiyah, 3/33).
Pertanyaan: Pendustaan apa yang dinafikan dari mereka?

Al-An'am Ayat 0 - 34

وَلَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَاۚ

Maka bersabarlah seperti mereka, niscaya kamu menang seperti mereka. (As-Sa'di, 255).
Pertanyaan: Apa hikmah dari kisah para rasul dan sirah mereka?

Al-An'am Ayat 0 - 34

وَلَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَاۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ وَلَقَدۡ جَآءَكَ مِن نَّبَإِيْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٣٤

“Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita Rasul-Rasul itu,” yakni, sebagian dari kisah-kisah mereka, bagaimana mereka bersabar kemudian mereka menang, ini menguatkan janji Allah dan dorongan kepada kesabaran. (Ibnu Juzay, 1/266).
Pertanyaan: Tujuan utama diturunkannya al-Qur`an adalah agar ia diamalkan. Jelaskan hal itu!

Al-An'am Ayat 0 - 35

وَإِن كَانَ كَبُرَ عَلَيۡكَ إِعۡرَاضُهُمۡ فَإِنِ ٱسۡتَطَعۡتَ أَن تَبۡتَغِيَ نَفَقٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ أَوۡ سُلَّمٗا فِي ٱلسَّمَآءِ فَتَأۡتِيَهُم بِـَٔايَةٖۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمۡ عَلَى ٱلۡهُدَىٰۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ٣٥

Allah memerintahkan Nabi agar tidak bersedih secara berlebihan atas mereka saat mereka tidak beriman, karena beliau tidak mampu memberikan petunjuk kepada mereka. (Al-Qurthubi, 8/368).
Pertanyaan: Apa hikmah di balik larangan kepada seorang da'i agar jangan bersedih karena berpalingnya orang-orang darinya?