Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٦٥ ٦٥



٦٦ ٦٦

ﭿ

٦٧ ٦٧



٦٨ ٦٨


٦٩ ٦٩


ﯿ ٧٠ ٧٠
119
Al-Ma'idah Ayat 0 - 65

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَكَفَّرۡنَا عَنۡهُمۡ سَئِّاتِهِمۡ وَلَأَدۡخَلۡنَٰهُمۡ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٦٥

Ini termasuk kemurahan Allah dan kedermawananNya, di mana Allah menyebutkan keburukan-keburukan ahli kitab, aib-aib mereka dan perkataan-perkataan mereka yang batil, Allah mengajak mereka untuk bertaubat, bahwa seandainya mereka beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, semua kitab-kitabNya, semua rasul-rasulNya, dan mereka bertakwa dengan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan, niscaya Allah akan melebur dosa-dosa mereka sebesar apa pun dan akan memasukkan mereka ke dalam surga kenikmatan. (As-Sa'di, 238).
Pertanyaan: Ayat ini membuka pintu harapan bagi orang-orang yang berbuat dosa dari kalangan umat Nabi Muhammad. Jelaskan hal itu!

Al-Ma'idah Ayat 0 - 66

وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ لَأَكَلُواْ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۚ

“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil,” yakni, menegakkannya dengan ilmu dan amal. (Ibnu Juzay, 1/244).
Pertanyaan: Menegakkan kitab dengan dua perkara, apakah itu?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 66

وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ لَأَكَلُواْ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۚ

“Niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.” Ibnu Abbas dan lainnya berkata, “Maksudnya hujan dan tanaman.” Ini menunjukkan bahwa mereka sedang mengalami kekeringan. Ada yang berkata, niscaya Kami melapangkan rezeki mereka, niscaya mereka akan makan terus-menerus. Kata atas dan bawah hanya untuk menetapkan makna berlebih-lebihan dari dunia yang Allah buka bagi mereka. Seperti ayat ini ayat, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” [Ath-Thalaq: 2-3]. (Al-Qurthubi, 8/88).
Pertanyaan: Apa obat dari kemiskinan dan kesempitan rezeki yang tersebut di dalam ayat?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 66

وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ لَأَكَلُواْ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۚ مِّنۡهُمۡ أُمَّةٞ مُّقۡتَصِدَةٞۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ سَآءَ مَا يَعۡمَلُونَ ٦٦

Ayat ini mengisyaratkan sebab sempitnya kehidupan orang-orang Yahudi, yaitu murka Allah atas mereka, karena mereka telah menyia-nyiakan Taurat, kufur kepada Injil dan al-Qur`an, maka mereka ditimpa mala petaka sesudah turunnya al-Qur`an. (Ibnu Asyur, 6/253).
Pertanyaan: Murka Allah menyebabkan sempitnya rezeki. Tegakkanlah dalil atasnya dari ayat yang mulia ini!

Al-Ma'idah Ayat 0 - 67

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٦٧

Ayat ini adalah ayat yang paling tajam dalam memutuskan pendapat Rafidhah bahwa al-Qur`an lebih banyak daripada yang termuat di dalam mushaf yang dikumpulkan oleh Abu Bakar dan ditulis oleh Utsman, dan bahwa Rasulullah  mengkhususkan al-Qur`an dalam jumlah besar ke-pada Ali bin Abi Thalib dan bahwa Ali bin Abi Thalib mewariskannya kepada anak-anaknya, bahwa ia sebanyak beban punggung unta, ter-simpan di sisi imam ma’shum yang oleh orang-orang Syi’ah dijuluki al-Mahdi yang dinanti-nantikan dan al-Washi (yang mendapat wasiat). (Ibnu Asyur, 6/260).
Pertanyaan: Sunnah adalah wahyu Allah. Bagaimana ayat ini menunjukkan hal itu?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 67

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ

Allah mengabarkan bahwa Nabi tidak berkata dari diri sendiri, akan tetapi beliau berkata dengan apa yang beliau dengar, ini adalah pemberitahuan bahwa semua yang Nabi  ucapkan adalah wahyu yang beliau dengar, bukan sesuatu yang beliau ketahui dari manusia atau beliau ketahui melalui pemahaman. (Ibnu Taimiyah, 2/507).

Al-Ma'idah Ayat 0 - 67

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٦٧

Yakni, tugasmu hanyalah menyampaikan, jangan bersedih karena ada yang tidak menerima, karena dia tidak menerima bukan karena kamu tidak menyampaikan dengan baik, akan tetapi karena kurangnya ilmu dan pemahamannya, karena Allah telah menetapkan kekufuran atasnya, mengunci hatinya karena Allah mengetahui kerusakan hatinya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang sepertinya. (Al-Biqa'i, 2/503).
Pertanyaan: Jelaskan makna global dari ayat!