Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٤١ ٤١
٤٢ ٤٢

٤٣ ٤٣

٤٤ ٤٤
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
ﭿ
١ ١
٢ ٢
٣ ٣

٤ ٤

٥ ٥

٦ ٦


٧ ٧
٨ ٨
٩ ٩
١٠ ١٠
570
Al-Ma'arij Ayat 0 - 42

فَذَرۡهُمۡ يَخُوضُواْ وَيَلۡعَبُواْ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ ٤٢

Penutup surat yang berisi penjelasan dan ancaman yang keras ini menguatkan pernyataan bahwa permintaan mereka di awal surat agar diturunkan azab yang nyata hanya permintaan yang bersifat meremehkan dan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Allah menjelaskan sesudah memaparkan kondisi terakhir yang mereka hadapi, agar manusia menyiapkan diri dan bertaubat kepada Tuhan mereka. Akhir surat ini berkaitan dengan awalnya. (Asy-Syinqithi, 8/305).
Pertanyaan: Apa korelasi awal surat dengan akhir surat?

Nuh Ayat 0 - 44

خَٰشِعَةً أَبۡصَٰرُهُمۡ تَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٞۚ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلَّذِي كَانُواْ يُوعَدُونَ ٤٤

Ayat ini tidak menyebutkan, “Peringatkanlah manusia,” tetapi menyebutkan, “Berilah kaummu peringat” untuk menyemangati jiwa Nuh, agar dia bersungguh-sungguh dalam berupaya menyelamatkan mereka dari azab, karena di antara mereka ada anak-anaknya, kerabatnya dan orang-orang dekatnya. (Ibnu Asyur, 29/187).
Pertanyaan: Mengapa ayat tidak menyebutkan, “Peringatkanlah manusia,” akan tetapi menyebutkan, “Berilah kaummu peringatan.”?

Nuh Ayat 0 - 1

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرۡ قَوۡمَكَ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ١

Nuh membuka seruannya dengan panggilan untuk menarik perhatian mereka, seruannya menyebutkan bahwa mereka adalah kaumnya dengan harapan mereka akan menerima dakwahnya, karena apa yang diinginkan seseorang untuk kaumnya hanyalah apa yang dia inginkan juga untuk dirinya. Nuh membuka seruannya dengan penegasan ‘sesungguhnya,’ karena kaumnya masih meragukannya. (Ibnu Asyur, 29/188).
Pertanyaan: Apa faidah Nabi Nuh membuka seruannya dengan seruan “Wahai kaumku!”?

Nuh Ayat 0 - 2

قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ٢

Ayat ini menjadikan ibadah dan takwa hanya untuk Allah semata, dan menjadikan ketaatan hanya kepada Rasul, karena siapa yang menaati rasul, dia menaati Allah. (Ibnu Taimiyah, 6/398).
Pertanyaan: Mengapa Nabi Nuh memerintahkan kaumnya agar beribadah dan bertakwa kepada Allah  lalu memerintahkan mereka agar menaatinya?

Nuh Ayat 0 - 3

أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ ٣

Aku mengajak mereka untuk beriman sehingga Engkau mengampuni mereka. Nuh menyebutkan ampunan yang merupakan buah dari iman agar mereka menyadari buruknya berpaling darinya, karena mereka berpaling dari apa yang membahagiakan mereka. (Ibnu Juzay, 2/494).
Pertanyaan: Mengapa Nabi Nuh menyebutkan ampunan dan tidak menyebutkan sebab ampunan, yaitu iman?

Nuh Ayat 0 - 7

وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوۡتُهُمۡ لِتَغۡفِرَ لَهُمۡ

Nabi Nuh menyebutkan pertama kali bahwa dia menyeru mereka siang dan malam, lalu dia menyebutkan bahwa dia menyeru mereka dengan terbuka, lalu dia menyebutkan bahwa dia menggabungkan cara berdakwah terang-terangan dan diam-diam, inilah usaha maksimal dalam menasihati dan menyampaikan risalah. (Ibnu Juzay, 2/495).
Pertanyaan: Dakwah Nabi Nuh yang menggunakan berbagai macam cara dalam berdakwah, menunjukkan apa?

Al-Ma'arij Ayat 0 - 9

ثُمَّ إِنِّي دَعَوۡتُهُمۡ جِهَارٗا ٨ ثُمَّ إِنِّيٓ أَعۡلَنتُ لَهُمۡ وَأَسۡرَرۡتُ لَهُمۡ إِسۡرَارٗا ٩

Ucapkanlah, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada ridhaMu dari murkaMu, kepada maafMu dari hukumanMu, kepadaMu dari siksaMu, aku tidak mampu memujiMu sebagaimana Engkau memuji diriMu.” “Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan.”