Quran
ﯓ
ﱏ
ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ٣ ٣ ﭩ
ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ٤ ٤
ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ٥ ٥ ﭿ ﮀ
ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ٦ ٦
ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ٧ ٧ ﮘ
ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ
٨ ٨ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ٩ ٩ ﯓ ﯔ ﯕ
ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ١٠ ١٠ ﯟ
ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ١١ ١١ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ
ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ١٢ ١٢ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ
ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ١٣ ١٣ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ
ﯽ ﯾ ١٤ ١٤ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ
ﰈ ﰉ ١٥ ١٥ ﰋ ﰌ ﰍ ﰎ ﰏ ﰐ ﰑ ﰒ ١٦ ١٦
وَٱلۡقُرۡءَانِ ذِي ٱلذِّكۡرِ ١ بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي عِزَّةٖ وَشِقَاقٖ ٢
Sesungguhnya al-Qur`an ini mengandung peringatan bagi orang yang ingat, pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran. Orang-orang kafir tidak mengambil manfaat dari al-Qur`an karena mereka dalam kesombongan dan fanatisme dan senantiasa dalam pertikaian, penyelisihan dan penentangan terhadap al-Qur`an. (Ibnu Katsir, 4/27).
Pertanyaan: Sebutkanlah faktor-faktor yang menghalangi seseorang untuk mengambil faidah dari al-Qur`an dari ayat ini!
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي عِزَّةٖ وَشِقَاقٖ ٢
Sebagian ulama menyatakan asal اَلشِّقَاقُ dari اَلْمَشَقَّةُ (kesulitan), karena orang yang menentang dan menyelisihi berusaha keras untuk menimpakan kesulitan kepada siapa yang menentang dan menyelisihi. Sebagian dari mereka menyatakan asal اَلشِّقَاقُ adalah dari شَقَّ الْعَصَا (memecah persatuan) yang artinya adalah perselisihan dan perpecahan. (Asy-Syinqithi, 6/330).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebut bahwa orang-orang kafir dalam perselisihan?
وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡۖ وَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا سَٰحِرٞ كَذَّابٌ ٤
Kata "ini" tertuju kepada Nabi, mereka menggunakan kata tunjuk untuk meremehkan. (Ibnu Asyur, 23/209).
Pertanyaan: Mengapa kaum musyrikin menggunakan kata "ini" untuk Nabi?
وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٞ يُرَادُ ٦
“Benar-benar suatu hal yang dikehendaki.” Maksud dikehendaki di sini adalah dituju, yaitu yang dimaksud dan diniatkan dengan niat yang tidak baik. Ini adalah syubhat yang tidak akan laku kecuali di kalangan orang-orang bodoh, karena siapa yang mengajak kepada kebaikan atau kebatilan tidak patut untuk ditolak ajakannya dengan menuduh niatnya. Niat dan perbuatan seseorang itu kembali pada dirinya. Akan tetapi harusnya pendapatnyalah yang disanggah dengan bukti-bukti dan argumentasi-argumentasi. (As-Sa’di, 710).
Pertanyaan: Ada orang yang menuduh niat para ulama dan da'i, bagaimana membantah mereka melalui ayat ini?
أَءُنزِلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ مِنۢ بَيۡنِنَاۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّن ذِكۡرِيۚ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ ٨
Mereka tertipu oleh penangguhan yang panjang. Seandainya mereka merasakan azabKu atas kesyirikan mereka, niscaya mereka tidak ragu-ragu. (Al-Qurthubi, 18/135-136).
Pertanyaan: Mengapa orang-orang kafir tertipu dan bersikukuh di atas kesyirikan mereka?
جُندٞ مَّا هُنَالِكَ مَهۡزُومٞ مِّنَ ٱلۡأَحۡزَابِ ١١
Ini adalah ancaman bahwa mereka akan kalah dalam peperangan, dan mereka pun kalah dalam perang Badar dan lainnya. (Ibnu Juzay, 2/248).
Pertanyaan: Allah mengancam kaum musyrikin akan kalah di awal dakwah Nabi padahal saat itu kaum Muslimin masih lemah dan tertindas. Kapan ancaman tersebut terwujud?
كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ وَعَادٞ وَفِرۡعَوۡنُ ذُو ٱلۡأَوۡتَادِ ١٢
Fir'aun disebutkan mempunyai bala tentara yang besar karena kerajaannya kuat dan besar, namun hal itu tidak menghalangi mereka dari azab Allah. (Ibnu Asyur, 23/220).
Pertanyaan: Apa faidah dari pernyataan bahwa Fir'aun mempunyai bala tentara yang besar?