Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٦٣ ٦٣

٦٤ ٦٤

٦٥ ٦٥

ﭿ ٦٦ ٦٦

٦٧ ٦٧

٦٨ ٦٨

٦٩ ٦٩

٧٠ ٧٠


٧١ ٧١


٧٢ ٧٢


ﯿ ٧٣ ٧٣
427
Al-Ahzab Ayat 0 - 64

وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا ٦٣ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمۡ سَعِيرًا ٦٤

Hari Kiamat semakin dekat atau masih jauh, hal ini tidak mengandung faidah dan manfaat apa pun, tetapi keberuntungan atau kerugian, kebahagiaan atau kesengsaraan adalah apakah seorang hamba mendapatkan azab atau mendapat pahala? Aku akan mengabari kalian tentang hal ini, siapa yang mendapatkannya. Allah menjelaskan siapa yang men-dapat azab dan bagaimana azab tersebut, karena kriteria azab tersebut cocok untuk orang-orang yang mendustakan Hari Kiamat. “Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir.” (As-Sa'di, 672)
Pertanyaan: Apa hikmah disebutkannya azab bagi orang-orang kafir sesudah disebutkannya Hari Kiamat?

Al-Ahzab Ayat 0 - 66

يَوۡمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيۡتَنَآ أَطَعۡنَا ٱللَّهَ وَأَطَعۡنَا ٱلرَّسُولَا۠ ٦٦

Disebutkan wajah secara khusus di antara anggota tubuh lainnya, karena panas api neraka padanya lebih besar dibandingkan bagian tubuh lainnya, karena pada wajah ada anggota-anggota vital seperti mata, mulut, telinga, dan anggota-anggota tubuh yang berharga, sebagaimana Allah berfirman, "Maka apakah orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada Hari Kiamat (sama dengan orang Mukmin yang tidak kena azab)?" [Az-Zumar: 24]. (Ibnu Asyur, 22/116).
Pertanyaan: Mengapa wajah disebutkan secara khusus di antara anggota tubuh lainnya di dalam ayat ini?

Al-Ahzab Ayat 0 - 69

فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُواْۚ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهٗا ٦٩

Ibnu Abbas berkata, “Dia mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah, tidak meminta sesuatu kecuali Allah memberinya.” Al-Hasan berkata, “Doanya mustajab.” Ada yang berkata, “Allah mencintainya dan menerimanya.” (Al-Baghawi, 3/588).
Pertanyaan: Jelaskan kedudukan Musa di sisi Allah!

Al-Ahzab Ayat 0 - 71

وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ٧٠ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا ٧١

Ibnu Abbas berkata, “Maksudnya, perkataan yang benar.” Qatadah berkata, “Yang adil.” Al-Hasan berkata, “Yang jujur.” “Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kalian.” Ibnu Abbas berkata, “Maksudnya, menerima kebaikan-kebaikan kalian.” Muqatil berkata, “Menyucikan amal-amal kalian.” “Dan barangsiapa menaati Allah dan RasulNya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung,” maksudnya, meraih seluruh kebaikan. (Al-Baghawi, 3/589).
Pertanyaan: Apa akibat yang baik dari menjaga lisan dan berusaha untuk selalu berkata benar?

Al-Ahzab Ayat 0 - 72

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا ٧٢

Amanat adalah beban-beban taklif syar’i, yaitu memegang teguh ketaatan dan membuang kemaksiatan. Ada yang berpendapat, amanat dalam urusan harta. Ada yang berpendapat, mandi junub. Yang shahih adalah umum untuk semua beban-beban taklif. (Ibnu Juzay, 2/198).
Pertanyaan: Apa amanat yang Allah bebankan kepada kita?

Al-Ahzab Ayat 0 - 72

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا ٧٢

Gunung dikaitkan dengan bumi, padahal gunung adalah bagian dari bumi, karena gunung adalah bagian bumi yang paling terlihat di permukaannya, mata manusia bisa langsung melihat keagungannya. (Ibnu Asyur, 22/125).
Pertanyaan: Mengapa gunung dikaitkan dengan bumi padahal ia adalah bagian dari bumi?

Al-Ahzab Ayat 0 - 73

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا ٧٢ لِّيُعَذِّبَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ وَٱلۡمُشۡرِكَٰتِ وَيَتُوبَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمَۢا ٧٣

Allah menegaskan pentingnya amanat yang Dia bebankan kepada manusia, lalu manusia terbagi menurut penunaian mereka terhadap amanat tersebut menjadi tiga kelompok: Pertama, orang-orang munafik yang memperlihatkan bahwasanya mereka menunaikannya secara lahir bukan batin. Kedua, orang-orang musyrik yang mencampakkannya lahir dan batin. Ketiga, orang-orang Mukmin yang menunaikannya lahir dan batin. Allah menyebutkan amal-amal dari ketiga kelompok ini dan balasan yang didapatkan oleh masing-masing dari mereka. “Sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (As-Sa'di, 674).
Pertanyaan: Sebutkan pembagian manusia dalam masalah menunaikan amanat!