Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٢٥ ٢٥

٢٦ ٢٦

٢٧ ٢٧

ﭿ
٢٨ ٢٨

٢٩ ٢٩


٣٠ ٣٠


٣١ ٣١

٣٢ ٣٢

٣٣ ٣٣

٣٤ ٣٤

ﯿ ٣٥ ٣٥
324
Al-Anbiya Ayat 0 - 26

وَقَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَلَدٗاۗ سُبۡحَٰنَهُۥۚ بَلۡ عِبَادٞ مُّكۡرَمُونَ ٢٦

Karena mengangkat anak adalah kekurangan bagi Allah yang wajibul wujud, maka Allah membantah ucapan mereka dengan. “Mahasuci Dia.” Untuk menyucikan diriNya darinya, karena mengangkat anak hanya dilakukan untuk menambal kekuarangan yang terjadi akibat dari tidak adanya anak. (Ibnu Asyur, 17/50).
Pertanyaan: Apa hikmah disebutkannya tasbih sesudah perkataan mereka?

Al-Anbiya Ayat 0 - 27

لَا يَسۡبِقُونَهُۥ بِٱلۡقَوۡلِ

Mereka tidak mengucapkan perkataan yang berkenaan dengan pengaturan kerajaan sebelum Allah berfirman, karena mereka memiliki adab yang sempurna, mereka mengetahui kesempurnaan hikmah dan ilmu Allah. (As-Sa'di, 522).
Pertanyaan: Mengapa malaikat dinyatakan bahwa mereka tidak mendahului Allah di dalam berkata?

Al-Anbiya Ayat 0 - 29

وَمَن يَقُلۡ مِنۡهُمۡ إِنِّيٓ إِلَٰهٞ مِّن دُونِهِۦ فَذَٰلِكَ نَجۡزِيهِ جَهَنَّمَۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ٢٩

Kezhaliman mana yang lebih besar daripada klaim makhluk rendah lagi kurang yang bergantung kepada Allah dalam segala urusan bahwa dirinya berserikat dengan Allah dalam urusan Rububiyah dan Uluhiyah. (As-Sa'di, 522).
Pertanyaan: Mengapa orang yang mengklaim uluhiyah dinyatakan zhalim?

Al-Anbiya Ayat 0 - 34

وَمَا جَعَلۡنَا لِبَشَرٖ مِّن قَبۡلِكَ ٱلۡخُلۡدَۖ أَفَإِيْن مِّتَّ فَهُمُ ٱلۡخَٰلِدُونَ ٣٤

Karena orang-orang kafir mempersoalkan Nabi sebagai manusia yang mati. Ada yang berkata, mereka ingin agar Nabi mati karena itu membahagiakan mereka. Ini lebih cocok dengan apa yang sesudahnya. (Ibnu Juzay, 2/36).
Pertanyaan: Bagaimana al-Qur`an menjawab penyelecehan terhadap Nabi bahwa beliau adalah manusia yang akan mati?

Al-Anbiya Ayat 0 - 35

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ

Ayat ini menunjukkan kebatilan pendapat siapa yang berkata bahwa Khadir masih hidup, bahwa dia hidup kekal di dunia, itu adalah pendapat yang tidak berdasar, bertentangan dengan dalil-dalil syar’iyah. (As-Sa'di, 523).
Pertanyaan: Sebagian orang berkata bahwa Khadir hidup abadi di dunia, apa pendapatmu tentangnya?

Al-Anbiya Ayat 0 - 35

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ ٣٥

Kami menguji kalian dengan kemiskinan dan kekayaan, kesehatan dan penyakit, dan keadaan-keadaan dunia lainnya agar terlihat kesabaran atas keburukan dan syukur atas kebaikan atau sebaliknya. (Ibnu Juzay, 2/36).
Pertanyaan: Apa hikmah dari keberagaman ujian dengan keburukan dan kebaikan?

Al-Anbiya Ayat 0 - 35

وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ ٣٥

Ibnu Zaid berkata, “Kami menguji mereka dengan apa yang mereka sukai dan apa yang mereka benci, Kami menguji mereka dengan itu, karena Kami hendak melihat bagaimana syukur mereka dalam ujian yang mereka sukai dan bagaimana sabar mereka dalam ujian yang tidak mereka sukai. (Ath-Thabari, 18/440).
Pertanyaan: Apa hikmah beragamnya bentuk ujian; dengan keburuk-an dan kebaikan?