Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﮠ

ﱈ

ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ ٥٢ ٥٢ ﭞ
ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ
ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ٥٣ ٥٣
ﭲ
ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ٥٤ ٥٤
ﭽ ﭾ
ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ٥٥ ٥٥
ﮇ
ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ٥٦ ٥٦
ﮎ ﮏ ﮐ
ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ٥٧ ٥٧
ﮖ ﮗ ﮘ
ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ
ﮣ ٥٨ ٥٨
ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ
٥٩ ٥٩
ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ٦٠ ٦٠ ﯖ ﯗ
ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ
ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ٦١ ٦١
ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ
ﯫ ٦٢ ٦٢
ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ
ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ٦٣ ٦٣

ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ٦٤ ٦٤
315
Ta-Ha Ayat 0 - 53

ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ مَهۡدٗا وَسَلَكَ لَكُمۡ فِيهَا سُبُلٗا وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجٗا مِّن نَّبَاتٖ شَتَّىٰ ٥٣

“Yang telah menjadikan bumi sebagai terhampar bagi kalian,” yakni tempat tinggal. Lihatlah bagaimana Musa menyifati Tuhannya dengan sifat-sifat yang tidak mungkin bagi Fir'aun untuk memilikinya, tidak secara hakiki dan tidak pula majazi. Seandainya Musa  berkata, “Dia Mahakuasa, Maha memberi rizki dan yang sepertinya, niscaya Fir'aun bisa berkelit dan mengakuinya untuk dirinya. (Ibnu Juzay, 2/20).
Pertanyaan: Seorang da'i yakin dengan hujjahnya. Bagaimana kamu mengambil faidah tersebut dari dialog antara Musa dengan Firaun?

Ta-Ha Ayat 0 - 54

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلنُّهَىٰ ٥٤

Bagi orang yang mempunyai akal. َلنُّهَىkata tunggalnya adalah نَهْيَة. Dinamakan demikian, karena ia تَنْهَى (mencegah) pemiliknya dari kemaksiatan dan keburukan. (Al-Baghawi, 3/126).
Pertanyaan: Mengapa Allah menamakan orang-orang yang berakal dengan أُوْلِى النُّهَى?

Ta-Ha Ayat 0 - 54

كُلُواْ وَٱرۡعَوۡاْ أَنۡعَٰمَكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلنُّهَىٰ ٥٤

Allah mengkhususkan orang-orang yang berakal dengan hal itu, karena mereka adalah orang-orang yang mengambil manfaat darinya, yang memandangnya dengan pandangan untuk mengambil pelajaran. Adapun selain mereka, maka mereka seperti hewan ternak yang diumbar dan digembalakan, tidak melihatnya dengan mata mengambil pelajaran, bashirah (mata hati) dan juga tidak menembus maksud darinya, sebaliknya bagian mereka sama dengan hewan ternak, makan dan minum, hati mereka lalai dan jasad mereka berpaling. (As-Sa'di, 507).
Pertanyaan: Siapa yang mengambil faidah dari nikmat Allah dan kuasaNya yang memahami maksudnya?

Ta-Ha Ayat 0 - 57

قَالَ أَجِئۡتَنَا لِتُخۡرِجَنَا مِنۡ أَرۡضِنَا بِسِحۡرِكَ يَٰمُوسَىٰ ٥٧

Fir'aun menuduh bahwa mukjizat yang Musa perlihatkan kepadanya adalah sihir dengan maksud hendak mengusir mereka dari bumi me-reka dan menguasainya, agar perkataannya bisa berpengaruh pada hati kaumnya, karena tabiat penduduk negeri cenderung kepada negeri mereka, tidak mudah berpisah dan meninggalkannya. (As-Sa'di, 508).
Pertanyaan: Mengapa Fir'aun menuduh Musa bahwa dia datang untuk mengusirnya dan kaumnya dari negeri mereka?

Ta-Ha Ayat 0 - 60

قَالَ مَوۡعِدُكُمۡ يَوۡمُ ٱلزِّينَةِ وَأَن يُحۡشَرَ ٱلنَّاسُ ضُحٗى ٥٩ فَتَوَلَّىٰ فِرۡعَوۡنُ فَجَمَعَ كَيۡدَهُۥ ثُمَّ أَتَىٰ ٦٠

Musa menjanjikan hari itu agar ketinggian kalimat Allah, kemenangan agamaNya, kekalahan orang kafir dan tercerabutnya kebatilan disaksikan oleh khalayak dan dalam perkumpulan yang besar, agar minat peminat kepada kebenaran menguat dan semangat pengusung kebatilan dan para sekutu mereka melemah, perkara tersebut menjadi buah bibir di desa dan di kota, menjadi bahan perbincangan di kalangan penduduk tenda dan penghuni bangunan. (Al-Qurthubi, 14/86).
Pertanyaan: Mengapa Musa memilih hari raya sebagai waktu pertemuan antara dia dengan para penyihir Firaun?

Ta-Ha Ayat 0 - 60

فَتَوَلَّىٰ فِرۡعَوۡنُ فَجَمَعَ كَيۡدَهُۥ ثُمَّ أَتَىٰ ٦٠

Makna menyusun rencana adalah memikirkan cara mendebat Musa, menyiapkan tipu daya untuk memenangkan para penyihir, meyakin-kan hadirin bahwa Musa bukan apa-apa. Ini adalah cara klasik di dunia perdebatan, pendebat berusaha mengangkat kebatilan hujjah lawannya dengan segala cara pengelabuhan, memutarbalik kenyataan dan tuduhan buruk, menyerang lawan dengan sesuatu yang melemah-kan kekuatan dan mengacaukan konsentrasinya sehingga persiapan-nya tidak bisa maksimal. (Ibnu Asyur, 16/247).
Pertanyaan: Ayat yang mulia ini menyebutkan sebuah cara berdebat Fir'aun. Apa itu?

Ta-Ha Ayat 0 - 64

فَأَجۡمِعُواْ كَيۡدَكُمۡ ثُمَّ ٱئۡتُواْ صَفّٗاۚ

Karena hal itu lebih mendukung kiprah kalian, lebih menggentarkan hati lawan dan agar sebagian dari kalian tidak mengandalkan sebagian yang lain dalam bekerja. (As-Sa'di, 508).
Pertanyaan: Mengapa para penyihir saling berpesan agar mereka datang dengan berbaris?