Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



٣٥ ٣٥


ﭿ
٣٦ ٣٦

٣٧ ٣٧


٣٨ ٣٨
٣٩ ٣٩

٤٠ ٤٠


٤١ ٤١

٤٢ ٤٢
254
Ar-Ra'd Ayat 0 - 35

مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ أُكُلُهَا دَآئِمٞ وَظِلُّهَاۚ

Buah-buahan dan kenikmatan surga tidak berhenti dan naungannya yang teguh tidak berakhir. (Al-Baghawi, 2/535).
Pertanyaan: Apa keistimewaan buah dan naungan surga yang disebutkan dalam ayat ini?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 36

وَٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَفۡرَحُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَۖ وَمِنَ ٱلۡأَحۡزَابِ مَن يُنكِرُ بَعۡضَهُۥۚ قُلۡ إِنَّمَآ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ وَلَآ أُشۡرِكَ بِهِۦٓۚ إِلَيۡهِ أَدۡعُواْ وَإِلَيۡهِ مَـَٔابِ ٣٦

“Katakanlah, ‘Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah'.” Keterkaitan ucapan ini dengan ucapan sebelumnya adalah bahwa ia merupakan jawaban dan sanggahan terhadap orang-orang yang mengingkarinya, seolah-olah beliau berkata, Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dan mengesakanNya, bagaimana kalian mengingkari hal itu? (Ibnu Juzay, 1/438).
Pertanyaan: Al-Qur`an memerintahkan perintah yang sejalan dengan fitrah. Apa itu?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 36

قُلۡ إِنَّمَآ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ وَلَآ أُشۡرِكَ بِهِۦٓۚ

Di antara bentuk balaghah (gaya bahasa) al-Qur`an adalah bahwa ia tidak menghadirkannya di awal perkataan, akan tetapi disebutkan di sisipannya. “Untuk menyembah Allah.” Tidak seorang pun dari ahli kitab dan orang-orang musyrik yang menentang hal ini. Kemudian hadir sesudahnya, “Tidak mempersekutukanNya,” untuk membatalkan syirik kaum musyrikin dan membatalkan penuhanan terhadap Isa. (Ibnu Asyur, 13/158).
Pertanyaan: Al-Qur`an menggunakan metode bertahap dalam rangka menetapkan Tauhid dan membatalkan syirik. Jelaskan!

Ar-Ra'd Ayat 0 - 37

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَٰهُ حُكۡمًا عَرَبِيّٗاۚ

Al-Qur`an itu sempurna dari sisi makna dan tujuannya, dalam posisinya sebagai hukum, dan al-Qur`an juga sempurna dari sisi lafazhnya, dalam posisinya menggunakan bahasa Arab. (Ibnu Asyur, 13/160).
Pertanyaan: Ayat yang mulia ini menyebutkan dua kesempurnaan al-Qur`an, apa itu?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 37

وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا وَاقٖ ٣٧

“Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka,” yakni, orang-orang musyrik dalam menyembah selain Allah, “maka tidak ada yang melindungi dan yang menolongmu dari (siksaan) Allah.” Pembicaraan ini tertuju kepada Nabi namun yang dimaksud adalah umat beliau. (Al-Qurthubi, 12/84).
Pertanyaan: Apa hukuman dan balasan yang menunggu orang yang mengikuti hawa nafsu orang-orang kafir di timur dan di barat?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 39

يَمۡحُواْ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثۡبِتُۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلۡكِتَٰبِ ٣٩

“Allah menghapus.” Allah sebagai Maha Raja paling Agung menghapus “apa yang Dia kehendaki.” Yakni syariat, hukum dan lainnya yang Dia kehendaki untuk dihapus melalui nasakh, “dan menetapkan,” yakni, menetapkan apa yang Dia kehendaki untuk ditetapkan dengan membiarkan hukumnya. Semua itu berdasarkan kemaslahatan yang berlaku pada setiap masa, karena Allah mengetahui segala sesuatu, melakukan apa yang Dia kehendaku, tanpa ada sanggahan. (Al-Biqa'i, 4/160).
Pertanyaan: Apa hikmah dari nasakh dan penetapan terhadap sebagian hukum?

Ar-Ra'd Ayat 0 - 41

أَوَ لَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا نَأۡتِي ٱلۡأَرۡضَ نَنقُصُهَا مِنۡ مِنۡ أَطۡرَافِهَاۚ

Menguranginya dengan kemenangan kaum Muslimin atasnya. Makna ayat ini, apakah mereka tidak melihat hal itu sehingga mereka khawatir Kami akan menguasakanmu atas mereka. Ada yang berkata, bumi adalah makna jenis, berkurangnya bumi bermakna kematian penghuninya, kebinasaan hasil bumi, kerusakan negeri dan yang sepertinya. (Ibnu Juzay, 1/439).
Pertanyaan: Tentang berkurangnya bumi memiliki beberapa makna, jelaskan!