Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٤٨ ٤٨


٤٩ ٤٩


ﭿ ٥٠ ٥٠


٥١ ٥١



٥٢ ٥٢

٥٣ ٥٣



٥٤ ٥٤
195
At-Tawbah Ayat 0 - 48

لَقَدِ ٱبۡتَغَوُاْ ٱلۡفِتۡنَةَ مِن قَبۡلُ وَقَلَّبُواْ لَكَ ٱلۡأُمُورَ حَتَّىٰ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَظَهَرَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَهُمۡ كَٰرِهُونَ ٤٨

“Dan mengatur berbagai macam tipu daya,” yakni, mereka memikirkan dan menyusun makar untuk membatalkan dakwah kalian dan mengalahkan agama kalian, mereka berusaha keras dalam hal ini, “hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah urusan (agama) Allah, padahal mereka tidak menyukainya” Maka batalkan rencana jahat mereka, lenyaplah kebatilan mereka. Orang-orang seperti mereka, sudah selayaknya bila Allah memperingatkan hamba-hambaNya yang beriman dari mereka. (As-Sa'di, 339).
Pertanyaan: Makar dan tipu daya orang-orang munafik besar, namun ia akan tetap gagal. Jelaskan hal ini!

At-Tawbah Ayat 0 - 49

أَلَا فِي ٱلۡفِتۡنَةِ سَقَطُواْۗ

Apabila diasumsikan bahwa maksud orang yang mengatakan perkataan ini adalah benar, namun tidak berangkat menuju medan jihad mengandung kerusakan besar dan fitnah besar yang dipastikan, yaitu kemaksiatan kepada Allah dan RasulNya, juga lancang melakukan dosa besar dan maksiat besar. Adapun berangkat, maka sisi negatifnya minim dibandingkan tidak berangkat. Di samping bahwa itu masih bersifat dugaan, padahal telah diketahui bahwa maksud pengucapnya adalah tidak ingin berangkat dan inilah sejatinya. (As-Sa'di, 339).
Pertanyaan: Orang-orang munafik mempunyai timbangan di dalam kemaksiatan yang berbeda dengan orang-orang Mukmin. Jelaskan!

At-Tawbah Ayat 0 - 50

إِن تُصِبۡكَ حَسَنَةٞ تَسُؤۡهُمۡۖ وَإِن تُصِبۡكَ مُصِيبَةٞ يَقُولُواْ قَدۡ أَخَذۡنَآ أَمۡرَنَا مِن قَبۡلُ وَيَتَوَلَّواْ وَّهُمۡ فَرِحُونَ ٥٠

“Jika engkau (Muhammad) mendapat kebaikan,” yakni, kemenangan dan harta rampasan perang, “mereka tidak senang,” yakni, membuat mereka bersedih, maksudnya adalah orang-orang munafik. “Tetapi jika engkau ditimpa bencana,” yakni, kalian kalah atau terbunuh. “Mereka berkata, 'Sungguh, sejak semula kami telah berhati-hati (tidak pergi berperang)'.” Kami sudah waspada. “Dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira,” karena engkau ditimpa musibah. (Al-Baghawi, 2/290).
Pertanyaan: Ada orang yang berbahagia manakala orang-orang kafir menang dan orang-orang Mukmin kalah, apakah ini termasuk sifat orang-orang Mukmin?

At-Tawbah Ayat 0 - 52

قُلۡ هَلۡ تَرَبَّصُونَ بِنَآ إِلَّآ إِحۡدَى ٱلۡحُسۡنَيَيۡنِۖ وَنَحۡنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمۡ أَن يُصِيبَكُمُ ٱللَّهُ بِعَذَابٖ مِّنۡ عِندِهِۦٓ أَوۡ بِأَيۡدِينَاۖ فَتَرَبَّصُوٓاْ إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ ٥٢

“Katakanlah (Muhammad), 'Tidak ada yang kalian tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan',” yakni, kalian tidak menanti bagi kami kecuali satu dari dua perkara; yaitu kemenangan dan keunggulan atau kematian di jalan Allah, dan keduanya sama-sama baik. “Bahwa Allah akan menimpakan azab kepada kalian dari sisiNya.” Musibah dan apa yang turun dari langit atau azab akhirat. “Atau melalui tangan kami,” yakni pembunuhan. “Maka tunggulah.” Ini adalah ancaman. (Ibnu Juzay, 1/340).
Pertanyaan: Apakah dua kebaikan yang para pejuang di jalan Allah menunggu salah satu dari keduanya? Dan apakah dua azab yang orang-orang kafir menunggu salah satunya?

At-Tawbah Ayat 0 - 54

وَمَا مَنَعَهُمۡ أَن تُقۡبَلَ مِنۡهُمۡ نَفَقَٰتُهُمۡ إِلَّآ أَنَّهُمۡ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ وَبِرَسُولِهِۦ

Perbuatan orang-orang kafir sekalipun ia adalah kebaikan seperti silaturrahim, membantu orang yang kesusahan, menolong orang dari kesulitan tidak berpahala, pelakunya tidak mendapatkan pa-hala di hari akhirat, sekalipun dia mendapatkan balasan di dunia. (Al-Qurthubi, 8/161).
Pertanyaan: Orang-orang munafik mungkin melakukan perbuatan baik, apa yang menghalangi mereka untuk memetik pahalanya di hari akhirat?

At-Tawbah Ayat 0 - 54

وَلَا يَأۡتُونَ ٱلصَّلَوٰةَ إِلَّا وَهُمۡ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمۡ كَٰرِهُونَ ٥٤

Ini adalah celaan keras terhadap siapa yang berbuat seperti mereka, bahwa seorang hamba harus mendatangi shalat dalam keadaan giat, baik jasmani dan hatinya, tidak memberikan infak kecuali dengan dada yang lapang, hati yang teguh, berharap pahala dan kebaikannya di sisi Allah. (As-Sa'di, 340).
Pertanyaan: Bagaimana potret terbaik bagi mendatangi shalat dan memberikan sedekah?

At-Tawbah Ayat 0 - 54

وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمۡ كَٰرِهُونَ ٥٤

Karena mereka memandang sedekah kerugian dan menahannya adalah keuntungan, bila demikian maka dia tidak mendapatkan pahala dan tidak diterima. (Al-Qurthubi, 10/239).
Pertanyaan: Apa sebab ditolaknya sedekah orang-orang munafik?