Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan




١٦٣ ١٦٣


١٦٤ ١٦٤
ﭿ

١٦٥ ١٦٥

١٦٦ ١٦٦

١٦٧ ١٦٧


١٦٨ ١٦٨

١٦٩ ١٦٩


ﯿ ١٧٠ ١٧٠
104
An-Nisa Ayat 0 - 165

رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمٗا ١٦٥

“Supaya manusia tidak memiliki alasan untuk membantah Allah sesudah diutusnya para rasul itu.” Allah berfirman, Aku mengutus rasul-rasulKu kepada hamba-hamba-Ku menyampaikan kabar gembira dan memberikan peringatan agar orang yang kafir kepadaKu dan menyembah sekutu-sekutu selainKu atau tersesat dari jalanKu tidak beralasan dengan berkata manakala Aku hendak menghukumnya, “Mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayatMu sebelum kami menjadi hina dina.” [Thaha: 13]. (Ath-Thabari, 9/407).
Pertanyaan: Jelaskan keadilan Allah yang sempurna melalui ayat ini!

An-Nisa Ayat 0 - 165

رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمٗا ١٦٥

Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa manusia membutuhkan syariat dan pengu-tusan para rasul, dan bahwa akal saja tidak cukup untuk itu. (Al-Alusi, 6/263).
Pertanyaan: Apakah mungkin manusia hanya cukup dengan akal tanpa membutuhkan syariat. Jelaskan hal itu melalui ayat!

An-Nisa Ayat 0 - 165

رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمٗا ١٦٥

“Agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah Rasul-Rasul itu diutus.” Maka tidak boleh memerangi orang-orang kafir yang dakwah Islam belum sampai kepada mereka hingga mereka didakwahi dengan ajaran Islam. (Ibnu Taimiyah, 2/371).
Pertanyaan: Dakwah atau perang, mana yang dahulu?

An-Nisa Ayat 0 - 166

لَّٰكِنِ ٱللَّهُ يَشۡهَدُ بِمَآ أَنزَلَ إِلَيۡكَۖ أَنزَلَهُۥ بِعِلۡمِهِۦۖ

Atha` bin as-Sa`ib berkata, “Abu Abdurrahman as-Sulami membacakan al-Qur`an kepadaku, apabila seseorang dari kami membaca al-Qur`an kepadanya, dia berkata, ‘Kamu telah mengambil ilmu Allah, tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada dirimu kecuali dengan amal.’ Kemudian dia membaca, “Dia menurunkannya dengan ilmuNya.” (Ibnu Katsir, 1/557).
Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan sesudah membaca ayat-ayat al-Qur`an al-Karim?

An-Nisa Ayat 0 - 167

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ قَدۡ ضَلُّواْ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ١٦٧

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka menghalang-halangi jalan Allah.” Me-reka menyatukan antara kekufuran dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Mereka adalah para imam kekufuran dan da'i kesesatan. “Benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya,” kesesatan apa yang lebih besar dibandingkan kesesatan orang yang tersesat dan menyesatkan orang lain. Dia memikul dua dosa dan pulang membawa dua kerugian, kehilangan dua hidayah. “Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus), kecuali jalan ke neraka Jahanam.” Mereka tidak diampuni dan tidak diberi hidayah, karena mereka bersikukuh di atas penentangan, mempertahankan kekufuran mereka, maka Allah mengunci mati hati mereka, sehingga jalan-jalan hidayah tertutup bagi mereka akibat perbuatan mereka sendiri. (As-Sa'di, 215).
Pertanyaan: Siapakah orang kafir yang paling berat siksaannya? Dan mengapa?

An-Nisa Ayat 0 - 168

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَظَلَمُواْ لَمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ طَرِيقًا ١٦٨

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari risalah Muhammad, karena pengingkaran tersebut mereka kafir kepada Allah, mereka berbuat zhalim dengan tetap bersikukuh di atas kekufuran mereka padahal mereka mengetahui bahwa mereka berbuat zhalim kepada hamba-hamba Allah, hasad kepada bangsa Arab, menentang Rasu-lullah, “Allah tidak akan mengampuni mereka,” yakni, Allah tidak patut memaafkan dosa-dosa mereka dengan tidak menghukum mereka atasnya. (Ath-Thabari, 9/411).
Pertanyaan: Allah  menafikan ampunanNya dari orang-orang itu karena sebab-sebab, apa sebab-sebab itu?

An-Nisa Ayat 0 - 168

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَظَلَمُواْ لَمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ طَرِيقًا ١٦٨

Allah menafikan ampunannya bagi mereka sebagai peringatan terhadap sikap bersikukuh di atas kekufuran dan kezhaliman. (Ibnu Asyur, 6/47).
Pertanyaan: Mengapa Allah menafikan ampunan bagi orang-orang kafir?