Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١


٢ ٢

ﭿ

٣ ٣



٤ ٤



٥ ٥

٦ ٦
208
Yunus Ayat 0 - 1

الٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ ١

Sisi hubungan surat ini dengan surat Bara`ah, bahwa surat Bara`ah ditutup dengan menyebutkan Rasulullah dan surat ini dimulai dengan menyebutkan Rasulullah. Surat Bara`ah menjelaskan perkataan orang-orang munafik saat al-Qur`an turun, sedangkan surat ini menjelaskan perkataan orang-orang kafir tentang al-Qur`an. (Al-Alusi, 11/79).
Pertanyaan: Apa hubungan antara akhir surat at-Taubah dengan awal surat Yunus?

Yunus Ayat 0 - 3

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ

Padahal Allah kuasa menciptakannya dalam sekejap saja, akan tetapi Allah berkehendak demikian, karena ia mengandung hikmah Ilahiyah, karena Allah lembut dalam perbuatanNya. (As-Sa'di, 357).
Pertanyaan: Mengapa Allah tidak menciptakan langit dan bumi dalam sekejap?

Yunus Ayat 0 - 3

مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ إِذۡنِهِۦۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُوهُۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ٣

Tidak seorang pun berani maju memberi syafa’at, sekalipun dia adalah manusia paling mulia, sebelum Allah memberinya izin, dan Allah tidak mengizinkan kecuali siapa yang Dia ridhai, dan Allah tidak meridhai kecuali untuk orang yang ikhlas dan pengikut Tauhid. (As-Sa'di, 357).
Pertanyaan: Syafa’at memerlukan dua syarat. Sebutkan!

Yunus Ayat 0 - 4

إِنَّهُۥ يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ بِٱلۡقِسۡطِۚ

"Dengan adil." merupakan alasan adanya hidup sesudah kematian, karena alam ini adalah alam amal, sedangkan alam akhirat adalah alam pembalasan atas amal, karena itu kebangkitan adalah sesuatu yang harus dan pasti. (Al-Jaza`iri, 2/448).
Pertanyaan: Apa hikmah dibangkitkannya manusia sesudah mati?

Yunus Ayat 0 - 4

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمۡ شَرَابٞ مِّنۡ حَمِيمٖ وَعَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ ٤

Allah menyebutkan secara khusus meminum minuman yang sangat panas di antara bentuk azab-azab yang pedih, karena ia sangat dibenci dalam kebia­saan manusia. (Ibnu Asyur, 11/93).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebutkan secara khusus meminum minuman yang sangat panas di antara bentuk azab-azab yang pedih?

Yunus Ayat 0 - 6

هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلشَّمۡسَ ضِيَآءٗ وَٱلۡقَمَرَ نُورٗا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۚ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٥ إِنَّ فِي ٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَّقُونَ ٦

Dalam ayat-ayat terdapat ajakan dan dorongan untuk merenungkan makhluk-makhluk Allah, melihatnya dengan mata yang mengambil pelajaran, karena hal itu membuka bashirah, meningkatkan iman dan akal, mengasah alam pikir. Sebaliknya, melalaikannya berarti meremehkan apa yang Allah perintahkan, menutup pintu tambahan iman, membuat akal dan pikiran menjadi jumud. (As-Sa'di, 358).
Pertanyaan: Apa pentingnya tafakur dan tadabur pada makhluk-makhluk Allah al-kauniyah?

Yunus Ayat 0 - 6

إِنَّ فِي ٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَّقُونَ ٦

“Terdapat tanda-tanda (kebesaranNya) bagi orang-orang yang bertakwa.” Allah menyebutkan mereka secara khusus, karena takwa mengajak pemiliknya untuk memikirkan dan merenungkan. (Al-Alusi, 11/97).
Pertanyaan: Apa sifat yang mengajak pemiliknya untuk berfikir dan merenung?