Quran
ﯦ
ﱓ
ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ
ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ
ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ٢٥ ٢٥ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ
ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ
ﭽ ﭾ ﭿ ٢٦ ٢٦ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ
ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ
ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ
ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ
ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ
ﮩ ﮪ ﮫ ٢٧ ٢٧ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ
ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ٢٨ ٢٨ ﯥ ﯦ
ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ
ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ٢٩ ٢٩
لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ
Menegakkan agama Islam berpijak kepada 2 perkara: Pertama, apa yang Allah sebutkan dalam firmanNya, “Dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan).” Hal itu menegakkan bukti-bukti atas kebenaran, menjelaskan hujjah, menerangkan perkara, larangan, perintah dan hukuman, lalu bila orang-orang kafir tetap bersikukuh di atas kekufuran dan mendustakan para rasul padahal sudah dijelaskan dan diterangkan, maka yang kedua, Allah menurunkan besi, Allah menciptakannya untuk manusia agar orang-orang Mukmin menggunakannya di depan orang-orang kafir yang menentang, yaitu membunuh mereka dengan pedang, tombak dan anak panah. (Asy-Syinqithi, 7/549).
Pertanyaan: Menegakkan agama membutuhkan dua perkara. Apa keduanya?
لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ
Yakni, Kami menjadikan besi sebagai peringatan keras bagi siapa yang menolak kebenaran dan menentangnya sesudah tegaknya hujjah atasnya. Karena itu Rasulullah tinggal di Mekkah selama tiga belas tahun sesudah beliau diangkat sebagai nabi, menerima surat-surat Makkiyah. Yang seluruhnya adalah bantahan terhadap kaum musyrikin, menjelaskan dan menerangkan Tauhid dengan hujjah-hujjah dan bukti-bukti. Ketika hujjah atas siapa yang menyelisihi syariat Allah telah tegak, maka Allah memerintahkan mereka untuk berhijrah memerintahkan mereka untuk berperang dengan pedang, memenggal leher dan kepala siapa yang menyelisihi al-Qur`an, mendustakan dan menentangnya. (Ibnu Katsir, 4/315).
Pertanyaan: Mengapa Allah mendahulukan diturunkannya kitab atas diturunkannya besi?
وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلۡغَيۡبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ ٢٥
ﱔ ﱕ ﱖ ﱗ ﱘ ﱙﱚ ﱛ ﱜ ﱝ ﱞ
Menolong Allah maksudnya menolong agamaNya, karena Allah tidak memerlukan pertolongan. Para rasulNya diindukkan kepadaNya, maksudnya adalah siapa yang menolong orang-orang yang membela agamaNya, termasuk menolong syariat-syariat rasul sesudahnya. (Ibnu Asyur, 27/418).
Pertanyaan: Apa maksud menolong Allah dan para rasulNya di dalam ayat yang mulia?
وَجَعَلۡنَا فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأۡفَةٗ وَرَحۡمَةٗۚ
Orang-orang Nasrani lebih lembut hatinya dibandingkan selain mereka ketika mereka di atas syariat Isa. (As-Sa'di, 843).
Pertanyaan: Kapan orang-orang Nasrani berhati lembut kepada orang-orang Mukmin?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَءَامِنُواْ بِرَسُولِهِۦ يُؤۡتِكُمۡ كِفۡلَيۡنِ مِن رَّحۡمَتِهِۦ
Takutlah kalian kepada hukumanNya, letakkanlah pelindung di an-tara diri kalian dengan murkaNya, dengan menjaga sopan-santun di depanNya karena Allah adalah Maharaja paling agung dan jangan merasa aman dari makarNya. Tetaplah kalian waspada agar Dia tidak mencabut apa yang Dia berikan kepada kalian, ikutilah Rasul dan berserah dirilah kalian, jagalah ittiba’ kepada RasulNya agar kalian tidak celaka. (Al-Biqa'i, 19/324).
Pertanyaan: Apa hukuman siapa yang melepaskan diri dari takwa dan rasa takut kepada Allah?
وَيَجۡعَل لَّكُمۡ نُورٗا تَمۡشُونَ بِهِۦ
Cahaya adalah keterangan dan hidayah. Ibnu Abbas berkata, “Al-Qur`an.” Ada yang berkata, cahaya penerang saat kalian menyeberangi titian di akhirat. Ada yang berkata, "Kalian berjalan dengannya di tengah-tengah manusia, mengajak mereka kepada Islam sehingga kalian menjadi pemimpin-pemimpin di dalam agama Islam, kepemimpinan tersebut tidak terampas dari tangan kalian." Hal itu dikarenakan mereka khawatir kepemimpinan mereka akan sirna ketika mereka beriman kepada Muhammad. (Al-Qurthubi, 20/278).
Pertanyaan: Apa cahaya yang Allah berikan kepada orang-orang itu?
وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٢٨
Allah adalah Pemiliknya, kepemilikanNya atasnya tidak terlepas dariNya, tidak ada pemilik bersamaNya, tidak ada tindakan bagi selainNya bersamaNya, karena itu Allah mengkhususkan siapa yang Dia kehendaki, tidak seorang pun kuasa untuk menyangkal dari sisi mana pun. (Al-Biqa'i, 19/330).
Pertanyaan: Apa petunjuk dari pernyataan bahwa Allah adalah pemilik karunia yang besar?