Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﮠ

ﱈ

ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ٧٧ ٧٧
ﭤ ﭥ
ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ٧٨ ٧٨
ﭭ ﭮ ﭯ
ﭰ ﭱ ٧٩ ٧٩
ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ
ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ٨٠ ٨٠
ﮂ ﮃ
ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ
ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ٨١ ٨١
ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ
ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ٨٢ ٨٢
ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ
ﮣ ﮤ ٨٣ ٨٣
ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ
ﮭ ﮮ ٨٤ ٨٤
ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ
ﯙ ٨٥ ٨٥
ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ
ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ
ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ
ﯶ ٨٦ ٨٦
ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ
ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ٨٧ ٨٧
317
Ta-Ha Ayat 0 - 77

وَلَقَدۡ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِي فَٱضۡرِبۡ لَهُمۡ طَرِيقٗا فِي ٱلۡبَحۡرِ يَبَسٗا لَّا تَخَٰفُ دَرَكٗا وَلَا تَخۡشَىٰ ٧٧

Allah hanya menjanjikan kepada Musa bukan kaumnya karena Musa adalah pemimpin mereka. Apabila Musa tidak takut, maka kaumnya akan berani dan keyakinan mereka semakin kuat. (Ibnu Asyur, 16/270).
Pertanyaan: Mengapa janji Allah di dalam ayat ini bahwa Musa tidak perlu takut akan tersusul hanya untuk Musa saja?

Ta-Ha Ayat 0 - 81

وَلَا تَطۡغَوۡاْ فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيۡكُمۡ غَضَبِيۖ وَمَن يَحۡلِلۡ عَلَيۡهِ غَضَبِي فَقَدۡ هَوَىٰ ٨١

Ibnu Abbas berkata, “Jangan berbuat zhalim.” Al-Kalbi berkata, “Jangan kufur nikmat, karena dengan itu kalian menjadi orang-orang zhalim yang melampaui batas.” Ada yang berkata, “Jangan menggunakan nikmatKu untuk bermaksiat.” Ada yang berkata, “Jangan mendukung kemaksiatan kepadaKu dengan menggunakan nikmatKu.” (Al-Baghawi, 3/134).
Pertanyaan: Kapan seorang hamba mencapai batas melampaui batas yang membuatnya ditimpa hukuman?

Ta-Ha Ayat 0 - 82

وَإِنِّي لَغَفَّارٞ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا ثُمَّ ٱهۡتَدَىٰ ٨٢

Sebab-sebab ampunan seluruhnya terkumpul di dalam ayat ini, taubat menghapus apa yang sebelumnya, iman dan Islam menghancurkan apa yang sebelumnya, amal shalih yang merupakan kebaikan-kebaikan melenyapkan keburukan-keburukan, meniti jalan hidayah dengan berbagai macam bentuknya, belajar ilmu, merenungkan ayat atau hadits sehingga bisa mengetahui maknanya yang dengannya dia terbimbing ke jalan yang benar, dakwah kepada agama yang haq, menyanggah bid’ah atau kekafiran atau kesesatan, jihad, hijrah dan bagian-bagian hidayah lainnya. Semua itu adalah pelebur bagi dosa-dosa dan mewujudkan apa yang dimaksud dan dituju. (As-Sa'di, 511).
Pertanyaan: Ayat menyebutkan tiga sebab ampunan, apa saja itu?

Ta-Ha Ayat 0 - 83

وَمَآ أَعۡجَلَكَ عَن قَوۡمِكَ يَٰمُوسَىٰ ٨٣

Saat Allah memerintahkan Musa agar membawa Bani Israil ke bukit Thur, dia berjalan sendiri di depan karena ingin bersegera menghadap Tuhannya dan untuk meraih ridhaNya, dia memerintahkan kaumPertanyaan: Mengapa Musa datang mendahului kaumnya?nya agar berjalan di belakangnya, Musa meminta Harun agar meng-gantikannya pada kaumnya yang tidak berangkat, saat itu Samiri memerintahkan mereka untuk menyembah anak sapi. (Ibnu Juzay, 2/23).

Ta-Ha Ayat 0 - 84

وَعَجِلۡتُ إِلَيۡكَ رَبِّ لِتَرۡضَىٰ ٨٤

Aku datang ke tempat yang Engkau memerintahkanku untuk datang ke sana sebelum mereka agar supaya Engkau ridha kepadaku. (Al-Qurthubi, 14/117).
Pertanyaan: Apa yang menjadikan seorang hamba lebih diridhai oleh Allah?

Ta-Ha Ayat 0 - 86

فَرَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ غَضۡبَٰنَ أَسِفٗاۚ

Sesudah Allah mengabarinya tentang apa yang kaumnya lalukan, dia sangat marah dan jengkel kepada mereka, padahal Nabi Musa berada di antara mereka, memperhatikan mereka, Allah memberi mereka Taurat yang merupakan syariat mereka, ini adalah kemuliaan bagi me-reka, namun mereka menyembah selain Allah. (Ibnu Katsir, 3/157).
Pertanyaan: Para nabi dan para dai adalah orang-orang yang paling sayang kepada umat. Jelaskan hal itu melalui ayat yang mulia!

Ta-Ha Ayat 0 - 87

قَالُواْ مَآ أَخۡلَفۡنَا مَوۡعِدَكَ بِمَلۡكِنَا وَلَٰكِنَّا حُمِّلۡنَآ أَوۡزَارٗا مِّن زِينَةِ ٱلۡقَوۡمِ فَقَذَفۡنَٰهَا فَكَذَٰلِكَ أَلۡقَى ٱلسَّامِرِيُّ ٨٧

Alasan orang-orang jahil tersebut adalah bahwa mereka tidak mau mengambil perhiasan kaum Qibthi, mereka melemparkannya dan menyembah anak sapi, mereka menjaga diri dari hal yang remeh dan melakukan hal yang besar. (Asy-Syinqithi, 4/87).
Pertanyaan: Jelaskan bahaya sifat wara’ yang berasal dari kebodohan melalui ayat!