Quran
ﮕ
ﱂ
ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ
ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ
ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ
٣٧ ٣٧ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ
ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ
ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ
ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ٣٨ ٣٨ ﮓ ﮔ ﮕ
ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ
ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ٣٩ ٣٩ ﮥ ﮦ
ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ
ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ
ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ
ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ٤٠ ٤٠
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَا لَكُمۡ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلۡتُمۡ إِلَى ٱلۡأَرۡضِۚ أَرَضِيتُم بِٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا مِنَ ٱلۡأٓخِرَةِۚ فَمَا مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ ٣٨
Allah mencela mereka karena mereka mementingkan istirahat dunia di atas istirahat akhirat, karena istirahat akhirat tidak didapatkan kecuali dengan kelelahan dunia. (Al-Qurthubi, 10/208).
Pertanyaan: Bagaimana istirahat akhirat diperoleh?
إِلَّا تَنفِرُواْ يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا
Tidak berangkat pada saat seruan berangkat diumumkan adalah dosa besar yang mendatangkan azab Allah yang paling berat, karena sikap ini mengandung bahaya besar, orang yang tidak berangkat telah mendurhakai Allah dan melakukan apa yang Allah larang, tidak membantu menolong agama, tidak membela Kitab dan syariat Allah, tidak membantu saudara-saudaranya kaum Muslimin dalam menghadapi musuh mereka yang hendak memberangus mereka dan memadamkan agama mereka, dan bisa jadi orang-orang yang lemah imannya akan mengikuti jejaknya, bahkan bisa jadi mereka mematahkan kekuatan orang-orang yang menegakkan jihad di jalan Allah. (As-Sa'di, 337).
Pertanyaan: Apa bahaya tidak berangkat berjihad saat diserukan untuk berangkat?
إِلَّا تَنفِرُواْ يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا وَيَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيۡـٔٗاۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ٣٩
FirmanNya, “Jika kalian tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kalian dengan azab yang pedih dan menggantikan kalian dengan kaum yang lain.” Azab bisa datang dari sisi Allah dan bisa melalui tangan manusia. Bila kaum Muslimin meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah bisa menimpakan ujian atas mereka dengan menanamkan permusuhan di antara mereka sehingga terjadilah fitnah di antara mereka sebagaimana yang terjadi, bila kaum Muslimin sibuk dengan jihad di jalan Allah, maka Allah menyatukan hati mereka, menyatukan kalimat mereka dan menjadikan kekuatan mereka atas musuh Allah dan musuh mereka. (Ibnu Taimiyah, 3/350).
Pertanyaan: Jelaskan pengaruh negatif ditinggalkannya jihad! Dan jelaskan dua bentuk azab yang menimpa orang yang tidak berjihad!
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدۡ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذۡ أَخۡرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ ٱثۡنَيۡنِ إِذۡ هُمَا فِي ٱلۡغَارِ إِذۡ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَاۖ فَأَ
Ini adalah pemberitahuan dari Allah bahwa Dia yang menjamin pertolongan bagi RasulNya, memenangkan agamaNya, baik kaum Muslimin menolongnya atau tidak. Allah telah menolong RasulNya saat minimnya penolong dan banyaknya musuh, lalu bagaimana pada saat ini yang mana jumlah penolong dan perlengkapan sudah banyak. (Al-Baghawi, 2/282).
Pertanyaan: Sebagian kaum Muslimin menyangka bahwa agama memerlukannya. Jelaskan arahan al-Qur`an dalam urusan ini!
إِذۡ هُمَا فِي ٱلۡغَارِ إِذۡ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَاۖ
“Ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, 'Janganlah engkau bersedih'." Persahabatannya tidak hanya berlaku selama di gua saja, namun persahabatan yang mutlak yang dalam hal ini dia meraih tingkatan sempurna yang tidak diraih oleh siapa pun, maka dialah yang secara khusus meraih kesempurnaan dalam urusan persahabatan dengan Nabi. (Ibnu Taimiyah, 3/352).
Pertanyaan: Abu Bakar ash-Shiddiq secara khusus meraih kesempurnaan dalam hal persahabatan dengan Nabi . Jelaskan hal ini!
لَا تَحۡزَنۡ
Kesedihan bisa menimpa orang-orang shiddiq yang paling istimewa, namun lebih baik menepisnya bila kesedihan menimpanya, karena ia bisa melemahkan iman dan melembekkan tekad. (As-Sa'di, 338).
Pertanyaan: Apa bahaya kesedihan bagi seorang Muslim dan bagaimana dia seharusnya menyikapinya?
وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلسُّفۡلَىٰۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِيَ ٱلۡعُلۡيَاۗ
Agama Allah adalah yang unggul dan menang di atas agama-agama lainnya dengan hujjah yang jelas, ayat-ayat yang mengagumkan dan kekuatan yang menang. (As-Sa'di, 338).
Pertanyaan: Apa wasilah-wasilah yang dengannya Islam unggul atas agama lainnya?