Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



٧ ٧



٨ ٨
ﭿ
٩ ٩

١٠ ١٠


١١ ١١



١٢ ١٢


١٣ ١٣
188
At-Tawbah Ayat 0 - 9

ٱشۡتَرَوۡاْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنٗا قَلِيلٗا فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِهِۦٓۚ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩

Mereka menukarnya dengan "harga murah," yakni, kesenangan dunia yang rendah, yaitu hawa nafsu mereka yang mereka ingin wujudkan. Kalimat tersebut adalah kalimat baru sebagai pemberi alasan bagi Firman Allah, “Dan kebanyakan dari me-reka adalah orang-orang fasik.” Ini menunjukkan bahwa siapa yang fasik atau dur-haka, maka penyebabnya adalah mengikuti hawa nafsu atau kecenderungan kepada kesenangan. (Al-Alusi, 5/251).
Pertanyaan: Jelaskan bahaya mengikuti hawa nafsu dan efek negatifnya terhadap agama seorang Muslim melalui ayat!

At-Tawbah Ayat 0 - 10

لَا يَرۡقُبُونَ فِي مُؤۡمِنٍ إِلّٗا وَلَا ذِمَّةٗۚ

Penyebab yang menjadikan mereka memusuhi dan membenci kalian adalah iman, maka belalah agama kalian dan tolonglah ia, jadikanlah siapa yang memusuhi agama kalian sebagai musuh kalian, siapa yang menolong agama sebagai saudara bagi kalian. Tetapkanlah hukum ini dengan mengacu kepadanya, ada dan tiadanya, jangan menetapkan walayah dan adawah (kecintaan dan permusuhan) berdasarkan tabiat perasaan, cenderung membawanya mengikuti hawa nafsu kalian dan mengi-kuti dorongan nafsu yang mengajak kepada keburukan dalam masalah ini. (As-Sa'di, 330).
Pertanyaan: Apa hikmah dipilihnya nama iman di sini, ‘dengan orang Mukmin,’ dan faidah apa yang dipetik oleh seorang Muslim dalam hal ini?

At-Tawbah Ayat 0 - 11

فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ فِي ٱلدِّينِۗ

Allah mengaitkan persaudaraan dalam agama kepada taubat dari syirik, mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Sesuatu yang tergantung dengan syarat itu akan hilang dengan hilangnya syarat, maka barangsiapa tidak melaksanakan perbuatan tersebut maka dia bukan saudara dalam agama. (Ibnu Taimiyah, 3/311).
Pertanyaan: Apakah orang yang meninggalkan shalat merupakan saudara kita seagama?

At-Tawbah Ayat 0 - 11

فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ فِي ٱلدِّينِۗ

“Dan jika mereka bertaubat” dari syirik, “melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudara kalian seagama.” Hak mereka sama dengan hak kalian dan kewajiban mereka sama dengan kewajiban kalian. (Al-Baghawi, 2/253).
Pertanyaan: Apa dasar-dasar yang mewujudkan persaudaraan di antara orang-orang Mukmin?

At-Tawbah Ayat 0 - 12

وَطَعَنُواْ فِي دِينِكُمۡ

Mencela adalah menisbatkan sesuatu yang buruk kepada agama atau merendahkan sesuatu bagian dari agama yang ditetapkan oleh dalil qath’i yang menetapkan keshahihan dasar-dasarnya dan kelurusan cabang-cabangnya. (Al-Qurthubi, 10/123).
Pertanyaan: Bagaimana mencela agama itu terjadi?

At-Tawbah Ayat 0 - 12

فَقَٰتِلُوٓاْ أَئِمَّةَ ٱلۡكُفۡرِ

Mereka disebut secara khusus karena kejahatan mereka besar, karena orang-orang kafir lainnya adalah para pengikut mereka, dan untuk menunjukkan bahwa siapa yang mencela agama dan menghalang-halanginya maka dia termasuk pemimpin kekufuran. (As-Sa'di, 330).
Pertanyaan: Mengapa pemimpin orang-orang kafir diperangi secara khusus?

At-Tawbah Ayat 0 - 13

أَتَخۡشَوۡنَهُمۡۚ فَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخۡشَوۡهُ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١٣

Dihadirkan syarat yang berkait dengan masa yang akan datang -padahal tidak ada keraguan padanya- dengan maksud menggugah semangat agama mereka, agar mereka membuktikan bahwa me-reka adalah orang-orang Mukmin yang sebenarnya, mereka mendahulukan rasa takut kepada Allah di atas rasa takut kepada manusia. (Ibnu Asyur, 10/134).
Pertanyaan: Mengapa syarat, “Jika kalian adalah orang-orang yang beriman,” dihadirkan di dalam ayat yang mulia ini?