Quran
ﮐ
ﰾ
ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ
ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ١٥٥ ١٥٥ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ
ﭮ ١٥٦ ١٥٦ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ
ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ
ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ
ﮒ ﮓ ﮔ ١٥٧ ١٥٧ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ
١٥٨ ١٥٨ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ
ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ١٥٩ ١٥٩ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ
ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ
ﯞ ١٦٠ ١٦٠ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ
ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ١٦١ ١٦١ ﯰ
ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ
ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ
ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ﰉ ﰊ ﰋ ١٦٢ ١٦٢
فَبِمَا نَقۡضِهِم مِّيثَٰقَهُمۡ وَكُفۡرِهِم بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَقَتۡلِهِمُ ٱلۡأَنۢبِيَآءَ بِغَيۡرِ حَقّٖ وَقَوۡلِهِمۡ قُلُوبُنَا غُلۡفُۢ بَلۡ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَيۡهَا بِكُفۡرِهِمۡ فَلَا يُؤۡمِنُونَ إِلَّا قَلِيلٗا ١٥٥
Metode ini termasuk metode paling bagus dalam membantah seteru yang berpegang kepada kebatilan, yaitu bila seteru tersebut menyodorkan sanggahan yang dia tetapkan sebagai syubhat (alasan) bagi dirinya dan orang lain dalam menolak kebenaran, maka perbuatannya ini dilawan dengan membuka perkataannya yang buruk dan perbuatannya yang jahat yang termasuk paling buruk yang pernah dia perbuat, agar setiap orang mengetahui bahwa sanggahan ini hanya datang dari lembah yang hina dan bahwa ia memiliki latar belakang di mana sanggahannya itu termasuk bagian dari latar belakangnya. (As-Sa'di, 214).
Pertanyaan: Ayat ini menjelaskan salah satu cara di dalam membantah ahli kerusakan. Jelaskan!
وَقَوۡلِهِمۡ إِنَّا قَتَلۡنَا ٱلۡمَسِيحَ عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ
Yakni, orang yang mengakui kedudukan ini bagi dirinya, kami membunuhnya. Ini adalah sikap memperolok-olok dan merendahkan dari mereka, seperti ucapan kaum musyrikin, “Wahai orang yang kepadanya al-Qur`an diturunkan, sesungguhnya kamu benar-benar gila.” [Al-Hijr: 6]. (Ibnu Katsir, 1/543).
Pertanyaan: Ayat menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi menyatukan 2 dosa besar. Apa itu?
وَقَوۡلِهِمۡ إِنَّا قَتَلۡنَا ٱلۡمَسِيحَ عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمۡۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكّٖ مِّنۡهُۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينَۢا ١٥٧
Allah memasukkan perkataan mereka ke dalam deretan perbuatan-perbuatan buruk mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih,” karena mereka mengucapkannya dengan penuh kebanggaan dan kelancangan, walaupun sebenarnya mereka berdusta dalam ucapan tersebut, mereka tidak membunuhnya namun terkena dosa, karena mereka telah menyalib seseorang yang diserupakan dengan Isa dan mereka meyakininya sebagai Isa. (Ibnu Juzay, 1/217).
Pertanyaan: Mengapa perkataan orang-orang Yahudi bahwa mereka membunuh Isa dimasukkan ke dalam perbuatan jahat mereka padahal sebenarnya mereka tidak membunuhnya?
وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمۡۚ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكّٖ مِّنۡهُۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينَۢا ١٥٧
“Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya.” Ini adalah bantahan dan pendustaan terhadap mereka dan orang-orang Nasrani yang juga berkata bahwa dia disalib, sehingga mereka menyembah salib karena itu, sungguh aneh bin ajaib kontradiksi di antara pendapat-pendapat mereka, mereka berkata dia adalah Tuhan atau putra Tuhan, namun dia mati disalib. (Ibnu Juzay, 1/217).
Pertanyaan: Jelaskan kontradiksi orang-orang Nasrani dalam keyakinan mereka pada Isa melalui ayat!
بَل رَّفَعَهُ ٱللَّهُ إِلَيۡهِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمٗا ١٥٨
Karena Allah Mahaperkasa, maka patut bagiNya memuliakan wali-waliNya, karena Allah Maha Bijaksana, maka Dia telah mengangkatnya dengan sebaik-baiknya, Allah menjadikannya fitnah bagi orang-orang kafir dan pelajaran bagi orang-orang Mukmin. (Ibnu Asyur, 6/24).
Pertanyaan: Apa korelasi ditutupnya ayat ini dengan “Allah Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana.”
فَبِظُلۡمٖ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمۡنَا عَلَيۡهِمۡ طَيِّبَٰتٍ أُحِلَّتۡ لَهُمۡ وَبِصَدِّهِمۡ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرٗا ١٦٠
Allah mengabarkan bahwa Dia mengharamkan banyak makanan yang baik yang sebelumnya halal bagi mereka. Pengharaman ini merupakan hukuman atas mereka karena kezhaliman dan pelanggaran mereka, upaya mereka untuk selalu menghalang-halangi manusia dari jalan dan mencegah mereka dari hidayah, pemungutan riba yang mereka lakukan padahal mereka telah dilarang darinya, mereka tidak berlaku adil terhadap orang-orang yang membutuhkan yang berjual beli dengan mereka. Maka Allah menghukum mereka dengan hukuman yang sejenis dengan perbuatan mereka. Allah melarang mereka dari banyak makanan yang baik yang sebelumnya halal bagi mereka. Adapun pengharaman atas umat Islam ini, maka ia adalah pengharaman penyucian bagi mereka dari hal-hal buruk yang merugikan agama dan dunia mereka. (As-Sa'di, 214).
Pertanyaan: Apa perbedaan antara apa yang diharamkan atas umat ini dan apa yang diharamkan atas orang-orang Yahudi?
لَّٰكِنِ ٱلرَّٰسِخُونَ فِي ٱلۡعِلۡمِ مِنۡهُمۡ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَۚ وَٱلۡمُقِيمِينَ ٱلصَّلَوٰةَۚ وَٱلۡمُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ أُوْلَٰٓئِكَ سَنُؤۡتِيهِمۡ أَجۡرًا عَظِيمًا ١٦٢
Saat Allah menyebutkan keburukan-keburukan ahli kitab, Allah menyebut-kan orang-orang yang terpuji dari mereka. Allah berfirman, “Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam,” yakni, orang-orang yang ilmu bersemayam kuat di dalam hati mereka, keyakinan tertanam kuat di dada mereka, maka ia membuahkan iman yang umum dan sempurna. “Mereka beriman kepada (al-Qur`an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu.” Membuahkan bagi mereka amal-amal shalih yaitu mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Yang keduanya termasuk amalan yang paling utama, keduanya mengandung keikhlasan kepada Allah dan kebaikan kepada hamba Allah. (As-Sa'di, 214).
Pertanyaan: Bagaimana kamu mengenal ulama yang mendalam ilmunya dan yang bukan?